Pengemudi Mobil Online Pemalang Pasrah Dengan Kenaikan Pertamax

Berry Pratama
2 min
IMG 20260613 140830
A-AA+A++

PEMALANG, NUSANTARATODAY.ID –  Pengemudi Mobil online di kabupaten Pemalang terpaksa menerima kenaikan harga bahan bakar minyak jenis Pertamax (RON 92) yang berdampak langsung pada pengeluaran dan pendapatan mereka.

Risky ( 30 ) , salah seorang pengemudi, mengaku tidak memiliki pilihan lain selain tetap membeli bahan bakar tersebut demi menjaga kelayakan operasional kendaraannya.

“Mau bagaimana lagi. Kalau sudah naik begini ya naik. Tidak ada yang bisa kita lakukan. Untuk bisa jalan ya terpaksa harus beli,” ujarnya saat ditemui, pada Sabtu ( 13/6 ).

Baca Juga :  Ubah Citra Menakutkan, Pendekatan Humanis Satpol PP Pemalang Lewat Blusukan Bermotor Disambut Hangat Warga

Risky mantan Driver bus malam ini menjelaskan, dirinya rutin mengisi tangki kendaraannya sebanyak 10 liter setiap hari menggunakan Pertamax.

Menurutnya, jenis bahan bakar itu diperlukan agar mesin kendaraan tetap bekerja dengan optimal, walaupun akhirnya harus mengurangi pendapatannya sebagai Driver mobil online

Terpisah,ketua Organda kabupaten Pemalang Andi Rustono menuturkan, Bahwa kenaikan harga BBM ini membuat seluruh pengemudi terkejut. Ia menilai beban pengeluaran kian bertambah di saat pendapatan justru menyusut.

“Kenaikan harga BBM ini membuat seluruh driver online kaget, pendapatan driver kini semakin berkurang dan pengeluaran makin besar,” ungkapnya.

Baca Juga :  Polwan Polres Sumenep Kawal Ibadah Jumat: PAM dan Gatur Lalin Dijalankan untuk Jaga Kekhusyukan Jamaah

Lebih lanjut dirinya menambahkan, Bahwa kenaikan harga BBM tersebut tidak bisa diterima begitu saja oleh Rakyat

“Kita tidak boleh pasrah menghadapi kenaikan harga BBM,seperti lonjakan harga Pertamax nonsubsidi yang mencapai Rp16.250 per liter,Kita bisa melakukan langkah strategis, melawan dengan aks,Kita semua kecewa akan kebijakan ini karna kenaikan BBM akan mempengaruhi harga-harga kebutuhan pokok lainnya,”ujarnya geram *( Ragil)*