Tragedi Turunan Ekstrem Cuaca Lampung Barat: Satu Meninggal Dunia, Satu Luka Berat

Berry Pratama
2 min
IMG 20260811 WA0292
A-AA+A++

LAMPUNG BARAT, NUSANTARATODAY.ID — Kecelakaan maut terjadi di kawasan Turunan Cuaca Air Dingin, Pekon Trimulyo, Kecamatan Gedung Surian, Kabupaten Lampung Barat pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Insiden ini menelan satu korban jiwa dan menyebabkan satu korban lainnya menderita luka berat.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan tunggal tersebut melibatkan sepeda motor Honda Scoopy berplat nomor E 3818 YBL.

Peristiwa tersebut memakan dua orang korban. Korban meninggal dunia adalah M. Fahtar, warga Jalan Manggar, Gang Seroja, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sementara itu, korban bernama Rudi Syaiful Rahman, warga Dusun Kidul, Desa Pasayangan, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengalami luka berat.

Baca Juga :  Diduga Akibat Lalai, Dua Wilayah di Palembang Dilanda Kebakaran

​Kedua korban langsung dievakuasi oleh warga sekitar ke Puskesmas Gedung Surian untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Selain itu, pesan berantai juga telah disebarkan melalui aplikasi pesan singkat guna membantu melacak keberadaan serta menghubungi pihak keluarga dari para korban.

​Tokoh masyarakat Ulu Belu, Tanggamus, H. Sanjaya, membenarkan lokasi kejadian berada di jalur tengkorak Turunan Cuaca. Ia mengimbau seluruh pengguna jalan yang melintas dari arah Tanggamus menuju Lampung Barat maupun sebaliknya untuk ekstra waspada.

​”Kami mengimbau para pengendara agar senantiasa berhati-hati dan menurunkan kecepatan saat melintasi Turunan Cuaca. Medan di lokasi ini sangat ekstrem dan berisiko tinggi,” ujar H. Sanjaya.

Baca Juga :  Kebakaran Landa Kawasan Padat Dwikora Palembang, Rumah Ketua RT Hangus Dilalap Api

​Dalam rekaman video amatir yang beredar, lokasi kecelakaan menunjukkan kontur jalan berupa penurunan curam. Kedua korban ditemukan terlempar ke area perkebunan kopi di sisi jalan sebelum akhirnya dievakuasi oleh warga sekitar.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi pasti maupun penyebab utama kecelakaan.

​Para pengguna jalan yang hendak melintasi jalur Turunan Cuaca Air Dingin diimbau untuk memastikan kelayakan kendaraan terutama sistem pengereman serta menghindari berkendara dengan kecepatan tinggi, khususnya saat malam hari atau dalam kondisi jarak pandang terbatas.

IMG-20260814-WA0147(1)