Sejumlah Kepala Sekolah di Pemalang Kecewa Terkait Penempatan Tugas yang Jauh dari Domisili

Berry Pratama
2 min
IMG 20260525 125418
A-AA+A++

PEMALANG, NUSANTARATODAY.ID – Penyerahan Surat Keputusan (SK) penugasan oleh Bupati Pemalang kepada ratusan kepala sekolah, mulai dari jenjang TK hingga SMP, menyisakan kekecewaan mendalam bagi sejumlah pihak.

​Acara penyerahan SK yang digelar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Comal pada Minggu (24/5) tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Ketua DPRD Pemalang. Namun, hingga hari ini, Senin (25/5), gelombang protes dan rasa kecewa masih terus bermunculan dari para kepala sekolah yang merasa lokasi tugas baru mereka terlalu jauh dari tempat tinggal.

​Beberapa kepala sekolah bahkan tak kuasa menahan tangis saat mengetahui harus bertugas di wilayah yang secara geografis sulit dijangkau dari domisili asal.

​”Saya sudah tidak muda lagi. Domisili saya di Ampelgading, tetapi justru ditugaskan di wilayah Petarukan yang jaraknya puluhan kilometer dengan akses jalan yang kurang memadai,” ujar salah satu Kepala Sekolah yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga :  Polres Sumenep Harus Tegas, Proyek Fiktif Kades Jukong Jukong Layak Dinaikkan Penyidikan

​Keluhan serupa datang dari kepala sekolah lain yang berdomisili di Kecamatan Taman namun ditempatkan di kecamatan berbeda. Ia merasa terbebani karena setiap hari harus melintasi jalur Pantura yang terkenal padat dan berbahaya bagi pengendara motor.

“Saya merasa was-was setiap kali harus melewati jalur Pantura karena lalu lintasnya sangat padat oleh kendaraan besar,” keluhnya.

​Para tenaga pendidik ini menilai bahwa kebijakan penempatan yang jauh dari domisili akan berdampak signifikan pada pembengkakan biaya transportasi, terkurasnya energi, hingga faktor keamanan di perjalanan. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Pemalang bersedia mengevaluasi kembali kebijakan tersebut dengan lebih mempertimbangkan asas kedekatan domisili demi efektivitas kinerja.

Baca Juga :  Alumni SMPN 10/88 Perkuat Kebersamaan Lewat Halalbihalal di Kedai Defa

​Di sisi lain, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pemalang, Khaeron, sedang tidak berada di kantor saat akan dikonfirmasi. Salah satu staf BKPSDM, Tatar, hanya memberikan tanggapan singkat mengenai dasar pertimbangan penempatan tersebut.

​”Keputusan itu sudah bersifat final. Untuk penjelasan lebih mendalam, silakan langsung menemui Pak Khaeron,” pungkasnya singkat.

​Kebijakan ini kini tengah menjadi sorotan hangat di kalangan tenaga pendidik di Pemalang, terutama terkait aspek kemanusiaan bagi para kepala sekolah senior yang harus tetap prima menjalankan tugas di tengah jarak tempuh yang jauh.