Lestarikan Budaya, Rizal Bawazier Berencana Tetapkan Wayang Kulit Jadi Agenda Dua Kali Setahun di Pemalang dan Pekalongan

Berry Pratama
2 min
IMG 20260705 213007
A-AA+A++

PEMALANG, NUSANTARATODAY.ID – Kabar gembira bagi pecinta seni dan budaya tradisional di pesisir Jawa Tengah. Pagelaran wayang kulit kini resmi direncanakan menjadi agenda budaya tahunan yang akan digelar dua kali dalam setahun di wilayah Kabupaten Pemalang dan Kota/Kabupaten Pekalongan.

Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Anggota DPR RI Rizal Bawazier dalam kehadirannya menyapa warga di Gelar pentas budaya dan Santunan anak yatim di Kendalsari,pada Jum’at( 3/7 ) kemarin, sebagai bentuk nyata menjaga warisan leluhur bangsa.

Pagelaran wayang kulit bukan sekadar tontonan hiburan semata, melainkan sarana edukasi dan tuntunan moral yang sarat akan nilai kehidupan. Inisiatif ini digagas oleh wakil rakyat dari Senayan bekerja sama dengan tokoh budayawan lokal setempat.

Baca Juga :  Polemik Penolakan Seismik di Pulau Kangean, Daeng Sultan : Masyarakat Jangan Terprovokasi

“Wayang kulit adalah identitas bangsa yang harus kita rawat bersama. Komitmen ini adalah bentuk kehadiran negara untuk terus menghidupkan kesenian tradisional di tengah masyarakat,” ujar RB panggilan akrab Rizal Bawazier saat dikonfirmasi,pada Minggu ( 5/7).

Legislator dari PKS ini, Berencana pementasan akbar ini akan diagendakan rutin setiap tahunnya sebanyak pada dua kali pada beberapa momen penting, yakni menyambut Tahun Baru Islam dan beberapa moment lainnya

Seperti perayaan ruwat bumi atau sedekah bumi yang sangat lekat dengan tradisi warga pesisir Utara jawa Tengah tersebut.

Pertunjukan ini juga akan menampilkan dalang-dalang kebanggaan lokal dari wilayah Pemalang dan Pekalongan.

Menurutnya, gelaran wayang kulit ini dinilai memberikan dampak positif yang luar biasa bagi sektor ekonomi kerakyatan. Ratusan pedagang kecil dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal akan dilibatkan di sekitar lokasi acara, sehingga roda perekonomian masyarakat bisa ikut berputar kencang.

Baca Juga :  Lawan Kanker Serviks, Mahasiswa UNISA Yogyakarta Inisiasi Gerakan Women Support Women di Muaro Jambi

Menyambut kabar baik tersebut, Sumedi ( 64 ) warga Pemalang,salah seorang penggemar kesenian wayang kulit sangat berantusias hal tersebut bisa terwujud

“Banyak warga berharap pagelaran wayang kulit diadakan, tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memotivasi generasi muda untuk lebih mencintai dan melestarikan budaya asli Indonesia,” tuturnya sumringah

Dengan kepastian jadwal yang rutin digelar dua kali dalam setahun, pagelaran ini juga diproyeksikan menjadi daya tarik pariwisata daerah yang ikonik di wilayah Pemalang dan Pekalongan.