Niat Berlatih Dayung, Dua Remaja di Pemalang Tewas Tenggelam di Sungai Waluh

Berry Pratama
2 min
IMG 20260525 214213
A-AA+A++

PEMALANG, NUSANTARATODAY.ID – Dua remaja yang tengah menjalani latihan dayung dilaporkan tewas setelah tenggelam di aliran Kali Waluh, Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, pada Sabtu sore (23/5).

​Operasi pencarian dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, PMI Kabupaten Pemalang, relawan, serta warga setempat. Sejak laporan kehilangan diterima hingga Senin siang (25/5), tim terus melakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran sungai.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, Polsek Taman awalnya menerima laporan orang hilang pada minggu 24 mei 2026 sekitar pukul 18.18 WIB. Kedua korban diidentifikasi sebagai Alfi Syahri dan Alif Afifan, warga Dusun Pesapen, Desa Saradan, Kecamatan Pemalang.

Keduanya diketahui berangkat menuju sungai menggunakan sepeda motor sembari membawa perahu kayak berkapasitas dua orang.

​Saksi mata menyebutkan bahwa mereka terakhir kali terlihat beraktivitas di area Sungai Waluh pada Sabtu (23/5) sekitar pukul 16.00 WIB. Ketua PMI Kabupaten Pemalang, Achmad Fatah, menjelaskan bahwa latihan tersebut dilakukan tanpa pendampingan resmi dari pengurus olahraga.

Baca Juga :  Tolak Survei Seismik, Asmuni ; Nur Faizin Jangan Manuver Politik Tanpa Aksi Nyata

Selain itu, kedua remaja tersebut diduga kuat tidak mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa pelampung saat berlatih.

​”Latihan dilakukan tanpa konfirmasi kepada pengurus dan diduga tidak mengikuti SOP, seperti penggunaan pelampung,” ujar Achmad Fatah, Senin (25/5).

​Proses pencarian sempat terkendala oleh kondisi air sungai yang keruh serta arus yang cukup deras. Kronologi sebelum kejadian menunjukkan bahwa pada pukul 14.30 WIB, kedua korban terlihat berlatih di dekat Bendungan Lais.

Penjaga Benowo Park dan warga sekitar juga sempat melihat mereka membawa perahu menuju aliran Kali Waluh.

​Pencarian mandiri oleh pihak keluarga dimulai sejak Sabtu malam karena korban tak kunjung pulang. Tim SAR kemudian mengambil alih operasi pada Senin pagi (25/5).

Baca Juga :  Tragis, Bocah 8 Tahun di Pemalang Tewas Tenggelam di Sungai

Hasilnya, pada pukul 06.00 WIB, korban pertama atas nama Alif Afifan ditemukan di aliran Sungai Srengseng, Desa Sungapan. Jenazah langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga oleh Polsek Pemalang.

​Tak berselang lama, tepatnya pukul 11.30 WIB, tim gabungan kembali menemukan korban kedua, Alfi Syahri, dalam keadaan meninggal dunia di aliran Kali Elon, Desa Kejambon. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr. M. Ashari Pemalang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

​Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis dari Puskesmas Jebed yang dipimpin oleh Suhut Hutahorangan, S.Kep.Ns., tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kedua remaja tersebut diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari 24 jam akibat tenggelam.