Bencana Bisa Datang Kapan Saja, Ketum FRIC H. Dian Surahman Ajak Masyarakat Selalu Siap, Tenang, dan Tanggap

Berry Pratama
2 min
IMG 20260909 WA0412
A-AA+A++

JAKARTA, NUSANTARATODAY.ID — Bencana tidak pernah mengenal waktu. Gempa bumi, banjir, tanah longsor, hingga angin kencang dapat terjadi sewaktu-waktu di luar perkiraan. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi darurat.

​Masyarakat diimbau untuk tidak larut dalam kepanikan, melainkan membangun pengetahuan, kewaspadaan, serta kesiapan sejak dini.

​Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center (FRIC), H. Dian Surahman, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kesiapsiagaan bencana sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

​Menurut Dian, bersiap menghadapi bencana bukan berarti harus hidup dalam ketakutan. Sebaliknya, hal itu merupakan bentuk kepedulian dan ikhtiar nyata untuk melindungi diri, keluarga, serta lingkungan sekitar.

​“Bencana bisa datang kapan saja. Tidak perlu panik; yang terpenting kita siap dan tahu harus berbuat apa. Kesiapsiagaan bukan soal takut, melainkan tentang memahami cara menyelamatkan diri dan orang-orang yang kita cintai,” ujar H. Dian Surahman. Rabu (09/09/26).

Baca Juga :  Pasar Desa Bindu Dibongkar Jadi Puing, Pemkab Lampura: Pelaku Perusakan Akan Diproses Hukum

​Ia menegaskan bahwa kepanikan justru dapat memperburuk keadaan. Dalam kondisi darurat, masyarakat membutuhkan ketenangan agar mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

​Oleh sebab itu, penting bagi masyarakat untuk memahami langkah dasar mitigasi bencana, seperti, mengenali potensi risiko bencana di lingkungan sekitar, memahami jalur dan titik evakuasi yang aman, ​menyiapkan tas siaga bencana (perlengkapan darurat), dan Edukasi keluarga agar setiap anggota memahami tindakan yang harus dilakukan saat darurat.

​“Jangan menunggu bencana datang baru kita belajar. Persiapan harus dimulai dari sekarang. Kenali lingkungan, pahami risikonya, siapkan keluarga, dan tetap tenang,” tegasnya.

​Dian juga mengingatkan masyarakat agar selalu memantau informasi dan peringatan dini resmi dari pemerintah maupun instansi berwenang, terutama saat terjadi cuaca ekstrem.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Oknum Kades di Musi Rawas Terkait Dugaan Pemerasan

​Menurutnya, budaya sadar bencana harus dibangun bersama. Keselamatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau petugas di lapangan, melainkan butuh peran aktif seluruh lapisan masyarakat.

​FRIC mendorong masyarakat untuk saling mengingatkan, merawat kelompok rentan (seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas), serta mengutamakan keselamatan jiwa.

​“Jangan pernah merasa bencana itu jauh dari kita. Kapan pun dan di mana pun risiko itu ada. Mari bangun kesadaran bahwa siap menghadapi bencana berarti kita sedang menjaga keberlangsungan hidup,” pungkas Dian.

​FRIC menegaskan komitmennya untuk terus memberikan edukasi kemanusiaan, memperkuat kepedulian sosial, serta mengobarkan semangat gotong royong dalam menghadapi potensi bencana di Tanah Air.

​Siap bukan berarti takut. Siap berarti waspada, tenang, tahu cara bertindak, dan mampu menyelamatkan diri serta sesama.

IMG-20260904-WA0396