Belajar dari Pengalaman, Raihan Sadar Pentingnya Memastikan Kepesertaan JKN Tetap Aktif

Berry Pratama
2 min
IMG 20260924 WA0251
A-AA+A++

​KEBUMEN, NUSANTARATODAY.ID – Memastikan status kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap aktif merupakan langkah krusial bagi setiap peserta, termasuk generasi muda. Hal ini dirasakan langsung oleh Noval Raihan Mubarok (23), mahasiswa asal Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, saat harus menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Gombong, Kamis (24/9/2026).

​Dalam kegiatan kunjungan pelanggan (customer visit) yang dilakukan oleh petugas BPJS Kesehatan, Raihan membagikan pengalamannya selama menjalani perawatan menggunakan fasilitas JKN. Ia mengaku sangat puas dengan pelayanan yang diterimanya.

​“Pelayanannya bagus. Dokter, perawat, dan seluruh petugas sangat ramah. Saya merasa nyaman dirawat di sini,” ungkap Raihan.

​Di balik pengalaman positif tersebut, Raihan sempat menghadapi kendala administrasi. Terdaftar sebagai anak tanggungan peserta Pekerja Penerima Upah (PPU), status kepesertaannya sempat dinonaktifkan otomatis setelah ia genap berusia 21 tahun.

Baca Juga :  Field Trip UMKO ke Malaysia Batal, 80 Mahasiswa Telantar di Palembang, Dana Rp360 Juta Dipertanyakan

​Beruntung, sang ibu sigap menangani hal tersebut. Karena Raihan masih berstatus mahasiswa, keluarganya segera mengajukan aktivasi kembali. Sesuai ketentuan, anak dari peserta PPU dapat tetap menjadi tanggungan hingga usia maksimal 25 tahun selama masih menempuh pendidikan formal.

​“Waktu itu kepesertaan saya sempat nonaktif setelah berusia 21 tahun. Ibu langsung mengurusnya karena saya masih kuliah. Setelah aktif kembali, saya baru sadar betapa pentingnya mengecek status kepesertaan JKN secara berkala,” ujarnya.

​Bagi Raihan, kepesertaan JKN bukan sekadar formalitas. Status yang aktif memberikan ketenangan dan kepastian perlindungan finansial, terutama saat kondisi darurat medis datang tak terduga. Terlebih lagi, ini merupakan pengalaman pertama Raihan dirawat di rumah sakit.

Baca Juga :  Dugaan Dana BOS Bermasalah, Kemenag Panggil Kepala MIS Islamiyah Bumijaya

​“Ini pertama kali saya dirawat di rumah sakit. Alhamdulillah pelayanannya baik, petugasnya ramah, dan saya jadi bisa lebih tenang menjalani perawatan,” tutur Raihan, yang kini tengah fokus memulihkan diri agar dapat segera kembali berkuliah.

​Kisah Raihan menjadi pengingat berharga bagi masyarakat khususnya peserta usia mudabahwa perlindungan kesehatan harus disiapkan sebelum dibutuhkan. Memastikan status kepesertaan JKN selalu aktif adalah langkah preventif terbaik agar akses pelayanan kesehatan tidak terhambat kendala administratif.

IMG-20260904-WA0396