IMG-20261021-WA0526(1)

Sembilan Karateka Dojo Fajar Baru Madani Borong Medali di Piala Dankormar

Redaksi
2 min
IMG 20261102 040008
A-AA+A++

Bandarlampung, Nusantaratoday id – Sebanyak sembilan karate muda dari Dojo Fajar Baru Madani sukses mengukir prestasi gemilang dalam ajang Open Tournament Karate Piala Dankormar Tahun 2026.

Turun di kelas Festival, keikutsertaan para atlet muda ini tidak hanya menjadi panggung uji kemampuan teknik dan mental, tetapi juga menjadi sarana berharga untuk memperkaya pengalaman bertanding di atas tatami.

Pada kejuaraan bergengsi ini, Dojo Fajar Baru Madani menurunkan sembilan kohai (murid) terbaiknya untuk berlaga di kategori Festival. Mereka bertanding di nomor Kata dan Kumite perorangan, yang tersebar di berbagai kelompok umur, mulai dari kelas Pra Usia Dini, Pra Pemula, Pemula, hingga Kadet.

Baca Juga :  Abdullah Umar: Hari Bhayangkara bukan kegiatan Serimonial

Sembilan karate masa depan yang berjuang di arena tersebut adalah Ashraf Qadaffi, Ozil El Ghazali, Qieba Bagus Prakoso, Zihan Darla Calista, Syakirah Mufidah, Reni Meitya Sari, Qori Elfiana Choirunisa, Amanda Mutiara, Zahira Meisya.

Kerja keras dan disiplin selama latihan berbuah manis. Seluruh delegasi tersebut berhasil membawa pulang medali emas dan perak. Pencapaian ini menjadi bukti nyata dari sebuah proses pembinaan yang konsisten, sekaligus menjadi suntikan motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan mereka pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya.

Lebih dari sekadar raihan medali, keberhasilan sembilan kohai ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi anggota dojo lainnya. Mengingat masih banyak anggota dojo yang belum berkesempatan turun ke arena kompetisi karena berbagai pertimbangan, langkah awal yang berani dari rekan-rekan mereka ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak kohai untuk berani mencoba dan menggali potensi diri di ranah turnamen.

Baca Juga :  Polda Sumsel Gelar Sumsel Bhayangkara Run 2026, Siapkan Hadiah Mobil dan Total Uang Pembinaan Rp367 Juta

Menanggapi pencapaian ini, Senpai Dojo Fajar Baru Madani, Solichen, menegaskan bahwa atmosfer kompetisi merupakan pilar penting dalam rantai pembinaan seorang karateka. Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan adalah guru terbaik dalam membentuk karakter.

“Pengalaman bertanding menjadi bagian krusial dalam proses pembinaan atlet. Ini adalah momentum terbaik untuk membangun keberanian, kedisiplinan, serta mental bertanding yang tangguh sejak usia dini,” pungkas Solichen.

IMG-20260904-WA0396