PEMALANG , NUSANTARATODAY.ID — Krisis pengelolaan sampah di Kabupaten Pemalang kembali memicu kemarahan publik. Kali ini, area belakang Stadion Jatidiri Comal, Kecamatan Comal, berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah liar. Kondisi ini membuat warga sekitar resah akibat bau menyengat yang mengganggu aktivitas sehari-hari sekaligus mengancam kesehatan lingkungan.
Persoalan ini mencuat setelah rekaman video kondisi terkini di lokasi tersebut diunggah oleh akun media sosial E*** y*****i ke grup Info Seputar Pemalang pada Minggu (1/11/2026).
Dalam video tersebut, tampak jelas tumpukan sampah berserakan dan menggunung di kawasan fasilitas olahraga publik.
Hingga berita ini diturunkan, warga dan pegiat lingkungan mendesak dinas terkait untuk segera turun tangan melakukan pengangkutan serta penertiban kawasan secara berkala.
Maraknya titik pembuangan sampah liar ini memperlihatkan ketidakmampuan Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam menghadirkan solusi jangka panjang atas persoalan lingkungan.
Penanganan sampah di wilayah ini praktis lumpuh pasca-penutupan permanen TPA Pesalakan sejak dua tahun lalu, menyusul aksi penolakan warga Dukuh Pesalakan, Desa Pegongsoran, serta status lahan yang telah overload.
Hingga saat ini, Pemkab Pemalang bersama dinas terkait dinilai jalan ditempat dan kesulitan mencari lahan pembuangan akhir pengganti. Di sisi lain, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang ada terbukti gagal membendung volume sampah harian Kabupaten Pemalang yang mencapai kisaran 150 hingga 200 ton per hari.
Masyarakat mendesak adanya langkah taktis dan kebijakan tegas dari pemerintah daerah agar fasilitas umum serta kenyamanan warga tidak terusik oleh kelambanan birokrasi dalam menangani darurat sampah ini.







