Rizal Bawazier Peringatkan Pihak Sekolah dan Dinas Pendidikan Soal Bullying di Pemalang: Jangan Sampai Terulang!

Setiawan
2 min
IMG 20261005 WA0156
A-AA+A++

PEMALANG , NUSANTARATODAY.ID — Kasus dugaan perundungan (bullying) di SDN Kebondalem 01, Kecamatan/Kabupaten Pemalang, memicu keprihatinan mendalam dari Anggota DPR RI, Rizal Bawazier. Ia mendesak adanya pengusutan tuntas serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan di lingkungan pendidikan daerah.

Politisi dari Partai Keadilan Sejarahtera (PKS) yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah X (Pemalang, Pekalongan, Batang, dan Kota Pekalongan) ini menegaskan, insiden serupa tidak boleh lagi terjadi di wilayah kerjanya maupun di tempat lain.

“Saya sangat prihatin dengan kejadian ini. Saya harap ini masalah terakhir yang ada di Dapil saya, bukan hanya di Pemalang,” ujar Rizal Bawazier melalui keterangan resminya, Senin (5/10).

Baca Juga :  DPRD dan Pemkab Buru Sahkan Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS TA 2026

Ia secara tegas memperingatkan pihak berwenang agar tidak mengabaikan persoalan ini. Bahkan, ia tidak segan-segan mendesak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mengambil tindakan tegas berupa pemecatan terhadap kepala sekolah dan pejabat dinas pendidikan setempat jika kelalaian serupa kembali terulang.

“Jika ada lagi yang serupa, saya akan langsung minta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk bertindak. Kalau perlu, pecat saja kepala sekolah dan dinas pendidikan yang bertanggung jawab di daerahnya bila ditemukan permasalahan serupa,” tegasnya.

Menurutnya, pengawasan dan pembentukan karakter anak merupakan tanggung jawab bersama antara pihak sekolah, Dinas Pendidikan, serta para orang tua wali murid. Karena itu, penyelesaian kasus ini harus dikawal secara objektif dan transparan.

Baca Juga :  Jauh Melampaui HET, Harga Pertalite dan Elpiji 3 Kg di Pelosok Ketapang Tembus Puluhan Ribu Rupiah

Rizal berharap penyelesaian masalah tidak berhenti pada perdebatan sepihak antara keluarga korban dan pihak sekolah. Seluruh rangkaian peristiwa harus ditelusuri secara transparan agar keadilan dapat ditegakkan dan lingkungan belajar kembali kondusif.

“Saya tegaskan, saya ingin sekolah-sekolah menjadi tempat yang aman bagi semua anak didik, dan orang tua wali murid juga merasa nyaman menyekolahkan anak-anak mereka,” pungkasnya.

IMG-20260904-WA0396