Polemik Pembangunan Kopdes Merah Putih di Kedungdung Sampang, Pemilik Warung Mengaku Dirugikan

Berry Pratama
2 min
IMG 20260514 WA0287
A-AA+A++

NUSANTARATODAY.ID – Pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Dusun Laeran, Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, kembali menuai sorotan.

Seorang pemilik warung kecil bernama Agus mengaku merasa dirugikan setelah warung miliknya diminta untuk dibongkar dan dipindahkan dari lokasi tersebut.

Agus Mandie mengatakan, sebelum mendirikan warung, dirinya telah memperoleh rekomendasi dari pihak pemerintah desa setempat. Karena itu, ia merasa kecewa ketika usahanya yang baru dirintis justru terancam dibongkar demi pembangunan koperasi desa tersebut.

Menurut Agus, warung sederhana itu dibangun bukan untuk kepentingan besar, melainkan demi menyambung hidup dan membantu perekonomian keluarga di tengah kondisi rumahnya yang sudah memprihatinkan.

Baca Juga :  Abdul Holik Ali Hudi Tegaskan: Wartawan Wajib Cover Both Sides, LSM Punya Jalur Berbeda

“Saya buka warung ini terpaksa demi mencari rezeki. Uang yang saya punya sebenarnya ingin dipakai memperbaiki rumah yang sudah tidak layak huni, bahkan dapur sudah mulai roboh.

Tapi karena ingin ada tambahan penghasilan, akhirnya saya gunakan untuk buka warung kecil-kecilan,” ungkap Agus kepada Nusantartoday.id, Kamis (14/5/2026).

Ia menambahkan, dirinya tidak menolak adanya pembangunan Kopdes Merah Putih. Namun Agus berharap pengelola maupun pihak terkait juga mempertimbangkan nasib masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari usaha sederhana tersebut.

“Mirisnya, pengelola Kopdes seolah tidak memikirkan nasib orang kecil. Kami hanya rakyat biasa yang mencari makan untuk keluarga,” tambahnya dengan nada sedih.

Baca Juga :  Silaturahmi dan Makan Bersama, PT Raden Group Nusantara Perkuat Kekompakan dan Hubungan Kekeluargaan

Keluhan Agus kini menjadi perhatian warga sekitar. Beberapa masyarakat menilai pembangunan desa seharusnya tetap mengedepankan sisi kemanusiaan dan musyawarah agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Salah satu tokoh masyarakat Dusun Laeran menyampaikan bahwa program pembangunan memang penting untuk kemajuan desa, namun pemerintah dan pengelola proyek juga harus memberikan solusi yang adil bagi warga terdampak.

“Kalau memang ada relokasi atau pembongkaran, setidaknya ada pendekatan yang baik dan solusi yang jelas. Jangan sampai rakyat kecil merasa ditinggalkan,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak  pengelola pembangunan Kopdes Merah Putih belum memberikan keterangan resmi terkait persoalan tersebut.