Dari Sejumput Tanah Tumbuh Harapan, Rutan Pemalang Dorong Kemandiraan Warga Binaan Melalui Perkebunan

Program kemandirian Warga binaan rutan Pemalang selalu digalakkan, berkebun dan budidaya ikan lele merupakan kegiatan rutin yang diedukasi kan bagi penghuni rutan

Ragil
3 min
IMG 20260926 WA0033
A-AA+A++

PEMALANG,NUSANTARA’TODAY.ID- Dari sejumput tanah tumbuh sebuah harapan. Semangat tersebut tergambar dalam pelaksanaan program pembinaan kemandirian yang dilaksanakan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pemalang melalui kegiatan pertanian bagi warga binaan. Berbagai jenis tanaman dikembangkan sebagai bagian dari proses pembinaan, mulai dari kangkung, pakcoy, dan selada hingga penyemaian tanaman melon.

Kegiatan pertanian tersebut dilaksanakan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan Rutan Pemalang. Dalam pelaksanaannya, warga binaan terlibat secara langsung dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari menyiapkan media tanam, melakukan penyemaian, menanam, merawat, hingga memantau pertumbuhan tanaman.

Tidak hanya bertujuan menghasilkan tanaman yang dapat dimanfaatkan, kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan di Lapas dan Rutan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan serta kemandirian warga binaan. Melalui kegiatan yang bersifat produktif, warga binaan diberikan pengalaman dan pengetahuan yang diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

Baca Juga :  Semarakkan HUT ke-81 RI, IGTKI Seberang Ulu II Gelar Lomba Kolase Ibu dan Anak

Pelaksana Pembinaan Kemandirian Rutan Pemalang, Faizal Adi Setyawan menyampaikan bahwa pertanian menjadi salah satu sarana pembelajaran yang mengajarkan berbagai nilai penting kepada warga binaan.

“Kegiatan pertanian ini bukan hanya tentang menanam dan merawat tanaman, tetapi juga bagaimana warga binaan belajar disiplin, bertanggung jawab, sabar, dan tekun dalam menjalani setiap proses. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Faizal.

Melalui budidaya kangkung, pakcoy, dan selada, warga binaan belajar memahami proses pertumbuhan tanaman secara langsung. Sementara itu, penyemaian melon menjadi bagian dari pembelajaran untuk mengenal tahapan budidaya sejak awal sebelum tanaman memasuki proses pertumbuhan lebih lanjut.

Setiap kegiatan dilakukan dengan pendampingan petugas agar warga binaan dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Aktivitas tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata pembinaan kemandirian yang memberikan ruang kepada warga binaan untuk mengembangkan keterampilan melalui kegiatan yang positif dan produktif.

Baca Juga :  Jelang PTS, SMPN 1 Abung Selatan Suntik Semangat Siswa: Jujur, Disiplin dan Raih Prestasi

Faizal menambahkan bahwa nilai penting dari kegiatan tersebut bukan hanya terletak pada hasil panen, tetapi juga pada proses pembentukan karakter yang berlangsung selama kegiatan.

“Yang kami harapkan bukan hanya tanaman yang tumbuh, tetapi juga tumbuhnya semangat dan harapan dalam diri warga binaan. Dari proses sederhana seperti menanam, merawat, dan menunggu hasil, mereka belajar bahwa sesuatu yang baik membutuhkan waktu, usaha, dan ketekunan.”

Program pembinaan kemandirian melalui pertanian menjadi salah satu upaya Rutan Pemalang dalam mendukung tujuan pembinaan di Lapas dan Rutan, yaitu membekali warga binaan dengan keterampilan serta membangun sikap positif sebagai bagian dari persiapan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Dari tanah yang sederhana, tumbuh tanaman yang bermanfaat. Dari proses yang sederhana pula, diharapkan tumbuh keterampilan, kemandirian, dan harapan baru bagi warga binaan. Dari sejumput tanah, tumbuh sebuah harapan.( Ragil).

IMG-20260904-WA0396