Bakar Rumput, Warga Lampura Tewas Terjebak Api

Redaksi
2 min
IMG 20260914 WA0018
A-AA+A++

Lampung Utara, Nusantaratoday.id – Yusuf Dulgono (80), warga Desa Tatakarya, Kecamatan Abung Surakarta, Lampung Utara, ditemukan tewas di lahan pertanian setelah kebakaran melanda area tersebut, Senin (14/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Korban sebelumnya diketahui sedang membakar rumput kering untuk membersihkan lahan di belakang rumah. Namun, api kemudian merambat ke pekarangan warga lain yang dipenuhi rumpun bambu.

Tak ada warga yang melihat langsung saat korban terjebak api. Jenazah Yusuf baru ditemukan setelah warga bersama satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Lampung Utara berhasil memadamkan api.

“Saat api padam baru ditemukan korban. Tidak ada yang melihat saat kejadian. Kemungkinan Mbah Dulgono terjebak saat berusaha memadamkan api yang mulai menjalar ke pekarangan warga,” ujar seorang warga di lokasi.

Baca Juga :  Koramil 11/Belik Bersama Tim Gabungan Sigap Tangani Kebakaran di Pasar Belik

Belum diketahui secara pasti bagaimana korban hingga akhirnya meninggal dunia. Dugaan sementara, Yusuf terjebak saat berupaya menghentikan api yang semakin meluas.

Sejumlah pejabat dan petugas datang ke lokasi, di antaranya Camat Abung Surakarta Pirman, S.H., M.M., Ketua TP PKK Kecamatan Abung Surakarta Vera Riska Linda, S.H., Kapolsek Abung Surakarta Iptu Indra, anggota Koramil Sertu Stepanus, serta Tim Forensik Polres Lampung Utara.

Tim forensik sempat berencana melakukan pemeriksaan terhadap jenazah. Namun, pihak keluarga menolak pemeriksaan forensik dan memilih menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Baca Juga :  Bagai Negeri Dongeng, Kala Temu Aceh Tengah Jadi Destinasi Selebrasi Favorit Gen Z

Camat Abung Surakarta Pirman menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

“Kami turut berduka cita. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan. Almarhum semoga husnul khotimah,” kata Pirman.

Pirman juga mengingatkan warga agar tidak membakar lahan sembarangan, terlebih kondisi kemarau disertai angin yang dapat membuat api cepat merambat.

“Ini musim kemarau dan angin kencang. Api sangat mudah menyebar dan membahayakan. Saya minta kepada seluruh warga Abung Surakarta untuk tidak membakar lahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.

IMG-20260904-WA0396