Hadir di KTT BRICS, Prabowo Tegaskan Kemandirian dan Kedaulatan Indonesia

Berry Pratama
2 min
Salinan HAM 5141 scaled
A-AA+A++

NusantaraToday.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk tetap tangguh dan mandiri dalam menentukan arah serta kepentingan nasionalnya tanpa dikendalikan oleh kekuatan asing mana pun.

​Pernyataan tegas tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026).

Ia menekankan bahwa ketangguhan dalam negeri merupakan fondasi utama untuk menjaga kedaulatan masa depan bangsa.

​“Kita tidak ingin didikte oleh kekuatan mana pun. Kita harus menjadi tangguh agar benar-benar mandiri,” ujar Presiden Prabowo.

Baca Juga :  Kesemrawutan Pedagang dan Parkir di Depan Pasar Bojongbata Perlu Penanganan Serius

​Menurutnya, kedaulatan sejati harus dibangun dari dalam negeri. Ketangguhan suatu bangsa tidak sekadar tercermin dari posisinya di panggung global, tetapi ditentukan oleh kemampuan negara dalam memenuhi kebutuhan mendasar rakyatnya.

​“Kekuatan selalu dimulai dari dalam negeri dari kemampuan kita memberi makan rakyat, menjamin ketersediaan energi, menyediakan pendidikan berkualitas, serta membuka peluang kesejahteraan bagi masyarakat,” tegasnya.

​Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo menilai kerja sama antarnegara berkembang (Global South) di wadah BRICS menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan bersama. Menurutnya, kolaborasi kolektif akan memperkuat posisi tawar negara berkembang dalam memperjuangkan kepentingan nasional mereka.

Baca Juga :  Sumur Warga Mengering, BPBD Pemalang Gencar Distribusikan Air Bersih di Tengah Kemarau

​Ia secara khusus menyoroti pentingnya kemitraan strategis pada sektor-sektor vital, terutama ketahanan pangan dan kemandirian energi.

​“Dengan berdiri bersama, kita menjadi lebih kuat,” tutur Prabowo.

​Menutup pandangannya, Presiden Prabowo mengajak anggota BRICS memanfaatkan kekuatan kolektif ini untuk menciptakan tatanan internasional yang lebih adil, setara, dan inklusif melalui penguatan sistem multilateralism.

​“Bersama-sama, kita dapat menjadikan kekuatan ini benar-benar berdampak bagi dunia,” pungkasnya.

IMG-20260904-WA0396