Ketapang, Nusantaratoday.id – Menanggapi sorotan publik dan riuh media sosial terkait keberadaannya saat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda, Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, akhirnya memberikan klarifikasi pada Senin (7/9/2026). Ia menepis tegas anggapan bahwa dirinya acuh atau berdiam diri atas musibah tersebut.
Melalui pesan whatshapp, Jamhuri menegaskan bahwa dirinya telah berada di garis depan pemadaman jauh sebelum isu tersebut berembus di masyarakat.
”Sudah hampir sepekan saya berada di sini, menyatu bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) dari Desa Sei Putri, Desa Tanjung Baik Budi, dan Desa Kuala Tolak. Kami bergerak tanpa protokol khusus, bahu-membahu dibantu tim BPBD,” ujar Jamhuri di tengah pekatnya asap dan menyengatnya suhu panas di kawasan hutan Sei Putri hingga Tanjung Baik Budi.
Sebagai pimpinan daerah, Jamhuri memilih turun langsung mengawal penanganan dampak karhutla. Fokus utamanya saat ini adalah memastikan kobaran api tidak meluas ke kawasan hutan yang lebih dalam maupun merembet ke permukiman warga.
”Kami berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya. Tujuan kami satu menahan laju api agar tidak meluas dan mengancam pemukiman,” jelasnya.
Sembari menyampaikan permohonan maaf, ia menerangkan bahwa kondisi medan yang terisolasi menjadi hambatan utama dalam mengabarkan kegiatannya ke publik.
”Mohon maaf jika kegiatan kami tidak terekspos. Lokasi kami sangat jauh di dalam kawasan hutan dengan akses yang sulit, sehingga kendala sinyal menyulitkan pengiriman informasi ke luar. Namun saya tegaskan, saya tidak tinggal diam. Saya peduli dan berjuang bersama masyarakat Ketapang untuk menanggulangi musibah ini,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab keraguan publik mengenai kepedulian dan langkah nyata pimpinan daerah Ketapang dalam menangani bencana karhutla secara langsung di lapangan.






