Singkirkan 250 Desa, Perpustakaan Fajar Baru Masuk 6 Besar

Redaksi
2 min
IMG 20260901 085625
A-AA+A++

Lampung Selatan, Nusantaratoday.id – Perpustakaan Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, berhasil masuk enam besar dalam Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Kabupaten Lampung Selatan 2026.

Capaian tersebut terbilang istimewa. Dari 256 desa yang mengikuti kompetisi, Perpustakaan Desa Fajar Baru berhasil menyisihkan ratusan pesaing dan menembus jajaran enam terbaik.

Penetapan enam besar itu tertuang dalam Berita Acara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Selatan tertanggal 28 Agustus 2026.

Proses penilaian dilakukan secara bertahap dan ketat. Dewan juri yang diketuai Riswo, S.E., M.Si., memeriksa dokumen instrumen lomba hingga melakukan visitasi langsung ke perpustakaan peserta di masing-masing kecamatan.

Hasil penilaian tersebut kemudian disahkan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Selatan Feri Bastian, S.E., M.Ling., di Kalianda.

Selain Fajar Baru, lima perpustakaan lain yang masuk enam besar yakni Perpustakaan Dian Wacana dari Palas, Harapan Bangsa dari Bakauheni, Perpuseru Handayani dari Tanjung Bintang, Perpustakaan Bahagia dari Way Sulan, serta Pempas Maju dari Ketapang.

Baca Juga :  PWRI-Kejari Lampura Perkuat Sinergi Informasi Hukum

Kepala Desa Fajar Baru, M. Agus Budiantoro, mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, masuk enam besar dari 256 desa bukanlah hasil yang mudah.

“Tentu ini adalah prestasi yang sangat membanggakan dan patut kita syukuri bersama. Masuk dalam 6 besar dari total 256 desa di Lampung Selatan bukanlah perkara mudah.” Ujarnya.

Agus menyebut capaian itu merupakan hasil kerja bersama antara pengelola perpustakaan, perangkat desa, dan masyarakat.

“Ini adalah hasil kerja keras, dedikasi, dan gotong royong seluruh pengelola perpustakaan, perangkat desa, serta antusiasme warga Desa Fajar Baru yang luar biasa dalam menghidupkan budaya membaca,” ujarnya, Senin (31/8/2026).

Bagi Pemerintah Desa Fajar Baru, capaian tersebut bukan sekadar soal mendapatkan piala atau predikat juara. Prestasi ini justru menjadi momentum untuk memperkuat program literasi di tingkat desa.

Baca Juga :  Disdik Lampung Utara Klarifikasi Polemik Data TMT Guru Honorer SMPN 2 Abung Selatan

Agus mengatakan pihaknya ingin menjadikan perpustakaan desa sebagai ruang yang lebih hidup dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Bagi kami, perlombaan ini bukan sekadar mengejar piala atau predikat juara. Jauh lebih penting dari itu, momentum ini menjadi pelecut semangat bagi Pemerintah Desa Fajar Baru untuk terus berinovasi.” Imbuhnya.

Ia berharap perpustakaan desa ke depan tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan membaca buku, tetapi juga berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

“Kami ingin mentransformasikan perpustakaan desa bukan lagi sekadar tempat menyimpan buku, melainkan pusat peradaban desa, ruang kreativitas, dan wadah pemberdayaan masyarakat berbasis literasi inklusif yang mampu mendongkrak kesejahteraan warga.” Pungkasnya.

Dengan masuknya Fajar Baru ke enam besar, Pemerintah Desa berharap capaian tersebut dapat menjadi pemacu untuk terus membangun budaya membaca sekaligus memperluas manfaat perpustakaan bagi warga.

IMG-20260904-WA0396