PEMALANG,NUSANTARATODAY.ID- Majelis Dzikir Miftahun Nuurul Anwaari Qodiriyah Naqsyabandiyah ,Kelurahan Bojongbata, kecamatan Pemalang,sukses menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dengan khidmat. Acara yang dihadiri oleh ratusan jemaah ini menekankan pentingnya mentransformasikan ajaran dan gaya hidup Rasulullah SAW ke dalam aktivitas kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan salawat diba’ dan zikir bersama yang menggemakan ruang utama majelis sejak sabtu malam. Suasana khusyuk menyelimuti para jemaah yang larut dalam lantunan pujian kepada nabi agung umat Islam tersebut. Peringatan tahun ini sengaja mengusung tema penguatan karakter berbasis akhlakul karimah di era modern.
Pengasuh Majelis Dzikir Miftahun Nuurul Anwaari, Ustadz Munasir, dalam ceramahnya menyampaikan bahwa memperingati kelahiran Nabi tidak boleh sebatas seremonial semata.
Dirinya menegaskan bahwa esensi utama dari maulid adalah menghidupkan kembali sunah-sunah nabi dalam tindakan nyata.
“Mencontoh kehidupan Rasulullah SAW itu harus dimulai dari hal-hal kecil di rumah kita. Bagaimana beliau tersenyum kepada tetangga, jujur dalam berdagang, bersabar saat menghadapi ujian, hingga cara beliau memperlakukan keluarga dengan penuh kasih sayang,” tuturnya.
Terpisah, Kepala kelurahan Bojongbata Mirza Agus Faishal menyambut baik dengan digelarnya acara tahunan bagi kalangan umat muslim tersebut, ia menyebut peringatan Maulid nabi Muhammad Saw, merupakan agenda yang harus terus dijaga, terutama sebagai Khuswatun Khasanah di kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,
“Saya sangat mengapresiasi dengan kegiatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang digelar di Kampung Mengoneng setiap tahunnya, hal ini disamping sebagai ajang silaturrahmi warga juga sebagai wahana Thalabil Ilmi mencontoh kehidupan Rasulullah dalam praktek nyata kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Acara Maulid Nabi ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keberkahan umat yang dipimpin langsung oleh sesepuh majelis. Setelah doa penutup, para jemaah saling bersalaman dan menikmati hidangan berkah maulid sebagai simbol mempererat tali silaturahmi antar-sesama umat Muslim.( Ragil).







