Semen Sudah Mengeras, WC Tak Pernah Dibangun, Potret Kemiskinan Mbah Suminem di Lampung Utara

Suyono
2 min
IMG 20260729 WA0050
A-AA+A++

Lampung Utara,Nusantaratoday.id – Di tengah gencarnya program pengentasan kemiskinan, nasib Mbah Suminem (70), warga Desa Bindu, Kecamatan Abung Kunang, Kabupaten Lampung Utara, justru masih memprihatinkan. Hidup sebatang kara di rumah tak layak huni, nenek lansia itu hingga kini belum memiliki jamban.

Ironisnya, material untuk pembangunan WC sebenarnya sudah diserahkan sejak September 2025 melalui hasil donasi yang digalang Kasubsektor Abung Kunang, Aiptu Husni Tamrin, bersama warga. Namun hingga setahun berlalu, jamban yang dijanjikan tak kunjung dibangun.

“Tahun lalu kami sudah membantu kebutuhan untuk membuat jamban Mbah Suminem. Semen, kloset, pasir, besi, dan pipa sudah kami serahkan. Saat itu Kepala Desa Bindu berjanji akan menyelesaikan pembangunannya, tapi sampai sekarang semen sudah mengeras, jamban tidak dibuat. Di mana rasa empatinya, sudah berjanji tapi tidak ada pelaksanaannya,” kata Husni, Rabu (29/7/2026).

Baca Juga :  Sinergi Tanggap Darurat BPDB Pemalang Gerak Cepat Salurkan Air Bersih ke 7 Kecamatan Terdampak

Menurut Husni, bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana masyarakat yang diserahkan langsung kepada Mbah Suminem pada 27 September 2025. Namun hingga kini, kebutuhan dasar berupa toilet belum juga terpenuhi.

Tak hanya itu, Husni juga mengaku kecewa dengan sikap Dinas Sosial Lampung Utara. Ia mengaku sempat diminta mendampingi Kepala Dinas Sosial saat akan mengunjungi Mbah Suminem, tetapi janji tersebut tak ditepati.

“Beberapa hari lalu saya dihubungi lewat WhatsApp untuk mendampingi Pak Kadis ke rumah Mbah Suminem. Saya menunggu seharian, tapi tidak dihubungi lagi. Ternyata mereka datang sendiri memberikan sembako dan santunan. Saya merasa dibohongi karena tidak ada kabar sama sekali,” ujarnya.

Baca Juga :  HRD FIF Kotabumi Buka Suara Soal Dugaan Gaji Dibawah UMK, Ahmad Miftahudin: Saya Sedang Sakit Akan Koordinasi Pimpinan

Kondisi Mbah Suminem menjadi potret nyata masih adanya warga yang hidup dalam kemiskinan ekstrem di Lampung Utara. Di usia senja, ia harus bertahan hidup seorang diri dengan kondisi rumah yang memprihatinkan dan tanpa fasilitas sanitasi yang layak.

Kasus ini juga menjadi sorotan setelah viral di media sosial. Banyak pihak menilai pemerintah desa seharusnya lebih cepat merespons kondisi warganya, terlebih bantuan material untuk pembangunan jamban sudah tersedia sejak setahun lalu.

Selama ini, upaya membantu Mbah Suminem justru lebih dulu dilakukan secara swadaya oleh Aiptu Husni Tamrin bersama masyarakat melalui penggalangan donasi. Namun hingga kini, jamban yang dijanjikan belum juga berdiri, sementara Mbah Suminem masih menjalani kehidupan dalam keterbatasan.