MALANG, NUSANTARATODAY.ID — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menuai sorotan tajam dari wali murid. Program strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut dinilai belum memenuhi standar gizi seimbang yang dijanjikan.
Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan kualitas serta variasi makanan yang disajikan kepada para pelajar setiap harinya. Berdasarkan penuturan salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya, sajian yang diterima anak-anak di sekolah cenderung serupa dengan hidangan harian biasa di rumah, tanpa penyesuaian standar nutrisi khusus untuk tumbuh kembang anak.
”Sajiannya sangat biasa, tidak ada standar nutrisi yang terlihat menonjol. Kami berharap ada pengawasan gizi yang terukur, bukan sekadar makanan pengganjal perut,” ujar salah satu wali murid di Sumbermanjing Wetan, Rabu (22/7/2026).
Sorotan utama mengarah pada mekanisme pengawasan dan pengelolaan program di tingkat tapak. Lemahnya supervisi disinyalir menjadi pemicu utama menurunnya kualitas penyajian, sehingga pelaksanaan program terkesan sebatas pemenuhan kuantitas atau formalitas belakar.
Kondisi ini memicu kekhawatiran terkait efektivitas penyerapan anggaran negara serta pencapaian sasaran utama program, yakni peningkatan status gizi dan kesehatan generasi muda.
Masyarakat mendesak pihak-pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah. Evaluasi ini mencakup komitmen Pemerintah Daerah dan dinas terkait untuk memperketat verifikasi serta pengawasan terhadap vendor maupun pengelola dapur penyedia makanan.
Selain itu, Tim Pengawas Pusat dan Daerah dituntut untuk memastikan setiap porsi makanan yang dibagikan telah memenuhi standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) nasional. Bersamaan dengan hal tersebut, transparansi dan efisiensi pengelolaan anggaran juga perlu dijamin secara penuh agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh siswa.
Masyarakat berharap pemerintah tidak tinggal diam atas temuan di lapangan. Evaluasi berkala dinilai krusial agar tujuan mulia pencanangan MBG, yakni mencetak generasi penerus yang sehat dan cerdas tidak terdistorsi menjadi sekadar rutinitas pembagian makanan tanpa bobot nutrisi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola program MBG maupun dinas pendidikan setempat belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga di Kecamatan Sumbermanjing Wetan tersebut.





