Bupati Hamartoni: Sentuh Hati Anak Dengan Agama, Pembinaan Karakter Dimulai Dari Masjid

Suyono
2 min
IMG 20260628 163305
A-AA+A++

Lampung Utara, Nusantaratoday.id– Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, menegaskan bahwa pembinaan karakter generasi muda harus dimulai dari pembinaan mental dan spiritual. Pesan tersebut disampaikannya saat mengisi kajian subuh dalam rangka program pembinaan mental dan rohani bagi 29 siswa SMAN 3 Kotabumi yang dipusatkan di Masjid Al-Ikhlas Kotabumi, Minggu (28/6/2026).

Di hadapan para siswa peserta pembinaan, Hamartoni menekankan bahwa pendekatan keagamaan menjadi jalan efektif untuk menyentuh hati dan membentuk akhlak generasi muda.
“Bekal untuk i’tikaf mungkin masih belum sempurna, tetapi setidaknya anak-anak sudah memahami dasar-dasar ibadah, mengenal makna i’tikaf, pentingnya masjid, shalat subuh, dan shalat berjamaah. Kalau ingin menyentuh hati seseorang, jawabannya ada pada agama,” ujar Hamartoni dalam tausiyahnya.

Baca Juga :  PPDB SMPN 1 Kotabumi Resmi Dibuka, Semua Tahapan Dilakukan Secara Online

Ia juga mengingatkan bahwa para peserta merupakan generasi muda muslim yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, perubahan perilaku tidak cukup hanya melalui aturan dan sanksi, tetapi juga membutuhkan sentuhan spiritual yang mampu membangun kesadaran dari dalam diri.

Program pembinaan karakter tersebut diikuti 29 siswa yang mendapatkan pendampingan dari Guru Bimbingan Konseling, Guru Pendidikan Agama Islam, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, serta dipandu oleh Ustadz Irfan. Selama tiga hari, para siswa menjalani rangkaian kegiatan berupa ibadah, pembinaan akhlak, motivasi, introspeksi diri, hingga i’tikaf sebagai upaya memperbaiki sikap dan kedisiplinan.

Program yang mengusung konsep “Siswa Bermasalah Kembali ke Masjid” ini juga disebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat pendidikan karakter melalui pendekatan religius.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Buka Sekolah Jarak Jauh Gratis, Bisa Dapat Ijazah SMA Meski Sudah Putus Sekolah

Melalui sinergi antara sekolah, guru BK, guru agama, orang tua, dan tokoh agama, SMAN 3 Kotabumi berharap program tersebut menjadi model pembinaan karakter yang efektif sehingga para siswa dapat kembali menjalani proses pendidikan dengan sikap yang lebih disiplin, religius, dan bertanggung jawab.

Kegiatan berlangsung khidmat dengan suasana kajian di dalam Masjid Al-Ikhlas, di mana para peserta duduk rapi mendengarkan tausiyah yang disampaikan di depan mihrab. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa pembinaan karakter sejati dimulai dari hati yang dibina melalui nilai-nilai keagamaan.