Bina Karakter Siswa, SMAN 3 Kotabumi Gelar I’tikaf 3 Hari di Masjid

Suyono
2 min
IMG 20260628 115940
A-AA+A++

LAMPUNG UTARA,Nusantratoday.id
SMA Negeri 3 Kotabumi menghadirkan pendekatan berbeda dalam menangani siswa bermasalah. Alih-alih mengedepankan hukuman, sekolah memilih pembinaan mental dan spiritual melalui program “Kembali ke Masjid”, dengan mengajak siswa menjalani i’tikaf selama tiga hari di Masjid Al-Ikhlas Kotabumi Kabupaten Lampung Utara.

Sebanyak 29 siswa mengikuti program tersebut yang dibagi dalam tiga tahap. Selama pembinaan, para peserta didampingi Guru Bimbingan Konseling (BK), Guru Pendidikan Agama Islam, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, serta dipandu langsung oleh Ustadz Irfan.

Program ini menjadi ikhtiar sekolah dalam membentuk karakter siswa melalui pendekatan keagamaan. Para peserta mengikuti rangkaian ibadah, pembinaan akhlak, motivasi, muhasabah (introspeksi diri), hingga i’tikaf selama tiga hari sebagai bekal untuk memperbaiki sikap, kedisiplinan, dan tanggung jawab saat kembali mengikuti proses belajar di sekolah.

Menariknya, program tersebut mendapat perhatian dari Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Jika di Jawa Barat dikenal program pembinaan siswa bermasalah melalui pendidikan di barak, maka Lampung menghadirkan konsep yang berbeda, yakni mengembalikan siswa ke masjid sebagai pusat pembinaan moral dan spiritual.

Baca Juga :  Ketua MKKS Lampung Utara Tegaskan Sekolah Dilarang Jual Seragam, Orang Tua Punya Kebebasan Penuh

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 3 Kotabumi, Bambang Nofriyadi, mengatakan pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan pencapaian akademik.

“Siswa SMA merupakan tulang punggung utama dan motor penggerak dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Karena itu, pembinaan mental, spiritual, dan akhlak menjadi bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari proses pendidikan,” ujarnya. Minggu(28/6/2026).

Pria yang akrab disapa Kak Abeng itu menegaskan, sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan berkarakter.

“Pembinaan ini bukan untuk menghukum siswa, melainkan membimbing mereka agar mampu memperbaiki diri, lebih disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki akhlak yang baik. Kami berharap setelah mengikuti program ini, mereka dapat kembali ke sekolah dengan semangat baru dan perilaku yang lebih positif,” katanya.

Baca Juga :  Hari Pertama TPA SMAN Lampung Berujung Riuh: Server Lumpuh, Disdik Janjikan Tes Ulang

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari sinergi antara sekolah, guru BK, guru agama, wali murid, dan tokoh agama yang bersama-sama mendampingi proses pembinaan.
“Melalui kolaborasi seluruh pihak, kami berharap program ini dapat menjadi model pembinaan karakter yang efektif dan memberikan dampak positif bagi perkembangan peserta didik,” pungkasnya.

Melalui program “Kembali ke Masjid”, SMAN 3 Kotabumi menegaskan komitmennya untuk tidak hanya melahirkan siswa berprestasi, tetapi juga membangun generasi muda yang religius, berintegritas, dan siap menjadi bagian dari terwujudnya Indonesia Emas 2045.