PALEMBANG, NUSANTARATODAY.ID — Polrestabes Palembang terus berkomitmen memperkuat sistem keamanan swakarsa di tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW). Langkah nyata ini diwujudkan melalui pergelaran pelatihan peningkatan kemampuan Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) guna menyegarkan kembali peran vital awak pos ronda dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif.
Bimbingan teknis (bintek) tersebut digelar bertempat di Aula Cendrawasih Lantai 2 Polrestabes Palembang. Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh jajaran Bhabinkamtibmas serta para Kepala Satkamling dari berbagai wilayah, termasuk perwakilan dari Kelurahan 13 Ulu, Kelurahan 14 Ulu, dan Kelurahan Sentosa. Kamis (25/6/2026) pagi.
Kegiatan ini pun mendapat respons positif dari para peserta yang hadir. Salah satunya diungkapkan oleh Kepala Satkamling Kelurahan Sentosa, Suwarno. Ia mengaku sangat antusias dan terbantu dengan adanya pelatihan ini. Menurutnya, pembekalan seperti ini tidak hanya menambah wawasan baru, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi untuk saling bertukar pengalaman antar-awak pos ronda.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H., melalui Kasat Binmas AKBP Rediansyah, S.T., M.H., menegaskan bahwa Satkamling merupakan garda terdepan dalam deteksi dini potensi gangguan keamanan di lingkungan tempat tinggal. Oleh karena itu, melalui pelatihan ini, para petugas dibekali dengan berbagai kemampuan dasar kepolisian terbatas.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta menerima sejumlah materi krusial yang dibagi ke dalam tiga poin utama. Pertama, pada aspek keterampilan teknis, para petugas dibekali tata cara melakukan patroli dialogis yang efektif, teknik pengamanan awal Tempat Kejadian Perkara (TKP), serta simulasi penggunaan perlengkapan perorangan seperti tongkat kepolisian dan borgol.
Kedua, materi difokuskan pada komunikasi dan koordinasi melalui penguatan jalur komunikasi kilat antara warga, ketua RT/RW, dan Bhabinkamtibmas setempat agar penanganan potensi gangguan di lapangan dapat direspons secara cepat dan tepat. Terakhir, peserta dibekali kemampuan penyelesaian masalah (problem solving) berupa metode penyelesaian konflik ringan antarwarga secara kekeluargaan (restoratif) sebelum berkembang menjadi tindak pidana.
”Satkamling bukan hanya soal menjaga pos ronda di malam hari, tetapi bagaimana membangun kepedulian antar-tetangga. Dengan kemampuan yang meningkat, kita harapkan aksi kriminalitas seperti pencurian dapat dicegah sejak dini,” ujar AKBP Rediansyah.
Melalui program yang berkelanjutan ini, Polrestabes Palembang berkomitmen untuk terus meremajakan dan mengaktifkan kembali pos-pos Satkamling yang ada. Sebagai bentuk motivasi, pihak kepolisian ke depan juga berencana memberikan penghargaan khusus bagi lingkungan yang dinilai paling aman, aktif, serta inovatif dalam menjaga ketertiban wilayahnya.





