Bandar Lampung, Nusantaratoday.id – Semangat hidup sehat menyatukan berbagai kalangan dalam ajang Color Run 2026 yang digelar di Bandar Lampung, Minggu (21/6/2026). Di antara ribuan peserta yang memadati lintasan, dua perempuan dari latar belakang berbeda sukses mencuri perhatian.
Mereka adalah Wibian Fiza, seorang guru asal Kabupaten Pesawaran, dan Dea Sany Afrita, mahasiswi UIN Raden Intan Lampung. Keduanya berhasil menyelesaikan lomba dan meraih medali finisher sebagai bukti semangat serta ketangguhan mereka di lintasan.
Usai mencapai garis finis, Wibian dan Dea tampak berpose penuh kebanggaan di depan pilar Gedung Balai Keratun sambil memperlihatkan medali yang tergantung di leher mereka. Momen tersebut menjadi simbol semangat kolaborasi lintas generasi yang menginspirasi.
“Alhamdulillah bisa finis bersama Dea. Capek tentu ada, tapi rasanya sangat menyenangkan. Semoga ini bisa menjadi motivasi bagi siswa-siswa saya di Pesawaran untuk membiasakan hidup sehat dan aktif berolahraga,” ujar Wibian.
Sementara itu, Dea mengaku bangga dapat berlari bersama sosok guru yang tetap aktif menjaga kebugaran di tengah kesibukannya mengajar.
“Saya senang bisa ikut berlari bersama Bu Wibian. Beliau membuktikan bahwa semangat berolahraga tidak mengenal usia. Justru saya yang lebih muda harus terus belajar menjaga konsistensi,” katanya sambil tersenyum.
Keduanya mengaku memiliki rutinitas olahraga yang cukup disiplin. Wibian menjaga stamina dengan berolahraga di sela aktivitas mengajar, sedangkan Dea menjadikan lari pagi sebagai agenda rutin sebelum menjalani kegiatan perkuliahan.
Partisipasi Wibian dan Dea dalam Color Run 2026 menjadi gambaran nyata perempuan Lampung yang aktif, sehat, dan produktif. Meski berasal dari profesi dan generasi berbeda, keduanya menunjukkan semangat yang sama untuk menjalani gaya hidup sehat.
Ajang Color Run 2026 sendiri diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Lampung. Tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, aparatur sipil negara, hingga komunitas umum.
Medali yang dibawa pulang Wibian dan Dea bukan sekadar penghargaan setelah menuntaskan lomba. Lebih dari itu, medali tersebut menjadi simbol semangat, kerja keras, dan inspirasi bahwa siapa pun dapat berprestasi serta menjaga kesehatan melalui olahraga.





