Gelar Opsgaktibplin, Polda Sumsel Tegaskan Komitmen Reformasi dan Disiplin Internal Anggota

Berry Pratama
3 min
IMG 20260617 221523
A-AA+A++

PALEMBANG, NUSANTARATODAY.COM — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) terus mengoreksi diri demi memperkuat reformasi internal dan profesionalisme institusi. Langkah nyata ini dibuktikan melalui pelaksanaan Operasi Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Opsgaktibplin) yang digelar secara mendadak di lingkungan Markas Polda Sumsel, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bukti konkret komitmen Polri dalam membangun organisasi yang berintegritas, transparan, dan akuntabel sebagai fondasi utama pelayanan publik yang prima.

​Operasi yang dimotori oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sumsel ini menyasar seluruh personel yang memasuki gerbang Mapolda Sumsel sejak pukul 06.00 WIB.

Pemeriksaan dilakukan secara ketat dan menyeluruh, meliputi sikap tampang (performa fisik), kelengkapan identitas pribadi, surat-surat kendaraan bermotor, legalitas nomor kendaraan, hingga kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, termasuk kelayakan kendaraan dinas.

​Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., melalui Kabid Propam Polda Sumsel, Kombes Pol Raden Azis Safiri, S.I.K., CPHR., menegaskan bahwa pembenahan internal adalah langkah fundamental yang tidak bisa ditawar.

​Dalam razia tersebut, personel Subbid Provos Bidpropam menjaring tujuh anggota yang kedapatan melanggar disiplin berkendara. Jenis pelanggaran bervariasi, mulai dari Surat Izin Mengemudi (SIM) yang habis masa berlaku, kendaraan tanpa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) resmi, alpa membawa STNK, hingga kelalaian tidak menggunakan sabuk pengaman saat mengemudi.

Baca Juga :  Lurah Sentosa Pimpin Patroli Malam Takbiran, Pastikan Keamanan Hewan Kurban Warga

​Seluruh personel yang melanggar langsung dijatuhi sanksi disiplin di tempat sesuai ketentuan yang berlaku. Tindakan tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa hukum tidak tebang pilih, Polri tidak hanya menuntut kepatuhan masyarakat, tetapi juga menerapkan standar moral dan hukum yang sama kerasnya kepada personel sendiri.

​Langkah strategis ini sejalan dengan arah transformasi Polri Presisi yang dicanangkan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Anggota yang tertib hukum diyakini akan melahirkan pelayanan yang jauh lebih profesional, meningkatkan kualitas penegakan hukum, dan otomatis mendongkrak kembali kepercayaan publik.

​Kabid Propam Polda Sumsel, Kombes Pol Raden Azis Safiri, S.I.K., CPHR., mengingatkan bahwa disiplin adalah marwah dan identitas utama setiap Korps Bhayangkara.

​“Penegakan disiplin internal ini adalah ruh dari implementasi Polri Presisi. Sebelum kita menuntut masyarakat untuk tertib hukum, setiap anggota Polri wajib menjadi contoh nyata di lapangan. Integritas personel adalah harga mati untuk menjaga kepercayaan publik,” tegas Kombes Pol Raden Azis Safiri.

Baca Juga :  Korem 044/Gapo Gelar Upacara 17-an: Kobarkan Nasionalisme dan Perkokoh Sinergi Membangun Desa

​Senada dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa reformasi kultural di tubuh Polri akan terus berjalan demi menghadirkan pelayanan yang bersih dan melayani.

​“Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam menciptakan birokrasi yang bersih dan profesional. Disiplin anggota adalah modal dasar kami untuk memberikan pelayanan prima dan menjaga stabilitas kamtibmas yang kondusif di Sumatera Selatan,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.

​Polda Sumatera Selatan memastikan bahwa operasi pembersihan internal ini tidak akan berhenti di sini, melainkan bakal digelar secara berkala, acak, dan berkelanjutan. Melalui penguatan budaya malu melanggar aturan, Polda Sumsel optimistis mampu menghadirkan sosok polisi yang semakin presisi, humanis, dan dicintai masyarakat.