Asa Baru 5.176 Warga Dimulai: TNI-Rakyat Bersinergi Bangun Jembatan Perintis Garuda Way Sesah

Berry Pratama
3 min
IMG 20260617 112824
A-AA+A++

Lampung Utara, Nusantaratoday.id – Penantian panjang ribuan warga di Kecamatan Kotabumi Selatan untuk memiliki akses penyeberangan yang aman akhirnya mulai terjawab. Setelah bertahun-tahun menghadapi risiko saat melintasi Sungai Way Sesah, pembangunan Jembatan Perintis Garuda resmi dimulai, Selasa (16/6/2026).

Pembangunan jembatan yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Senang itu dikerjakan secara gotong royong oleh anggota Koramil 412-04/Kotabumi bersama masyarakat. Sejak pagi hari, personel Babinsa dan warga tampak bahu-membahu membersihkan lokasi serta merangkai besi cor yang akan menjadi fondasi utama jembatan.

Semangat kebersamaan terlihat begitu kuat di bantaran Sungai Way Sesah. Di tengah terik matahari, suara alat kerja berpadu dengan canda warga yang menyimpan harapan besar terhadap hadirnya infrastruktur yang selama ini mereka dambakan.

“Ini merupakan tahapan awal yang sangat penting. Kami fokus pada pembersihan area dan perangkaian besi agar fondasi jembatan nantinya benar-benar kuat dan aman,” ujar Babinsa Koramil 412-04/Kotabumi, Serma Supriyadi, di lokasi kegiatan.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda bukan tanpa alasan. Sungai Way Sesah dikenal memiliki karakteristik yang cukup ekstrem. Saat musim kemarau, kedalaman air hanya sekitar dua meter. Namun ketika hujan deras mengguyur, debit air dapat meningkat drastis hingga mencapai lima meter.

Baca Juga :  Transformasi Presisi, Polda Sumsel Gandeng HIMPSI Cari Calon Polisi Berkarakter Kuat

Kondisi tersebut kerap menjadi ancaman bagi aktivitas warga, terutama para petani, pelajar, dan masyarakat yang setiap hari melintasi kawasan itu.

Karena itu, pembangunan jembatan beton dinilai sebagai solusi paling tepat untuk memberikan keamanan sekaligus kepastian akses transportasi bagi masyarakat.

Berdasarkan data teknis, Jembatan Perintis Garuda akan dibangun dengan spesifikasi Panjang jembatan 13 meter, Lebar jembatan 2,5 meter.

Dengan konstruksi beton yang kokoh, jembatan ini diharapkan mampu bertahan menghadapi tingginya debit air saat musim penghujan. Lebih dari sekadar proyek pembangunan fisik, Jembatan Perintis Garuda dipandang sebagai simbol lahirnya harapan baru bagi masyarakat Kotabumi Selatan.

Jembatan tersebut akan menjadi jalur penghubung strategis antara Kelurahan Tanjung Senang dan Kelurahan Kota Alam, dua wilayah yang selama ini bergantung pada akses penyeberangan tersebut. Kehadiran jembatan akan mempermudah petani membawa hasil panen ke pasar, memperlancar distribusi hasil perkebunan, sekaligus menjamin keselamatan para pelajar yang setiap hari harus melintasi kawasan itu untuk menuju sekolah.

Baca Juga :  Wujudkan Sumsel Bebas Asap, Polda Sumsel Perkuat Mitigasi Karhutla Berbasis Asta Cita Dengan Pendekatan Humanis

Sedikitnya 457 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 5.176 jiwa akan merasakan langsung dampak positif dari pembangunan jembatan tersebut.

Meski tahap awal pembangunan baru melibatkan sekitar 10 warga setempat bersama personel TNI, semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia begitu terasa.

Kemanunggalan TNI dan rakyat tampak nyata di lapangan. Keringat yang bercucuran seolah menjadi saksi tekad bersama untuk menghadirkan akses yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Pembangunan ini juga menjadi kelanjutan dari komitmen yang telah ditandai melalui peletakan batu pertama oleh Dandim bersama unsur pemerintah setempat beberapa waktu lalu.

Warga berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai sesuai rencana, sehingga akses ekonomi, pendidikan, dan mobilitas masyarakat semakin cepat, aman, serta mampu mendorong pertumbuhan wilayah di Kotabumi Selatan.