Serap Aspirasi di SMK Mutu Pemalang, Anggota DPR RI Rizal Bawazier Siap Jembatani Solusi Lintas Sektor

Setiawan
2 min
1793695432745
A-AA+A++

PEMALANG , NUSANTARATODAY.ID— Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PKS, Rizal Bawazier, mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) sekaligus pengembangan unit usaha mandiri di lingkungan SMK Muhammadiyah 1 Pemalang (SMK Mutu). Langkah strategis tersebut mengemuka saat agenda serap aspirasi atau masa reses yang digelar di aula sekolah setempat pada Selasa (3/11/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah dan pihak sekolah, di antaranya Ketua DPD PKS Kabupaten Pemalang Priwantoro, Kepala SMK Mutu Pemalang Hasanudin, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Ardian Aris Hidayat, serta perwakilan guru.

Dalam dialog interaktif tersebut, Rizal Bawazier menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) X Jawa Tengah secara lintas sektor. Meskipun Komisi VI membidangi BUMN, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM, ia menyatakan siap menjembatani kebutuhan sekolah hingga ke kementerian terkait.

“Prinsipnya kami bekerja untuk menyerap aspirasi masyarakat di dapil. Meskipun kemitraan utama ada di Komisi VI, sinergi lintas komisi seperti ke Kementerian Pendidikan maupun Pekerjaan Umum tetap bisa diupayakan demi kemajuan daerah,” ujar Rizal di hadapan peserta yang hadir.

Baca Juga :  Lahan Eks Galian C Pegongsoran Mangkrak: Izin Jadi Tameng, Ancaman Pidana Mengintai

Solusi Konkret untuk Program Internasional dan Fasilitas Sekolah

Salah satu topik hangat yang dibahas adalah keberadaan teaching factory (TeFa) berbasis penyedia layanan internet mandiri bernama Muhammadiyah Net yang telah melayani sekitar 80 pelanggan dengan jaringan fiber optic.

Kendati demikian, operasional unit ini masih terkendala perangkat power supply cadangan senilai Rp20 juta hingga Rp40 juta, keterbatasan laboratorium Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) yang kerap dialihfungsikan menjadi ruang kelas akibat lonjakan siswa, serta kebutuhan peremajaan proyektor.

Menanggapi hal tersebut, Rizal Bawazier menyarankan pihak sekolah untuk segera menyusun proposal bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR BUMN dengan potensi alokasi anggaran mencapai Rp200 juta, yang juga dapat mencakup revitalisasi ritel sekolah “Mutu Mart” dan sarana ibadah.

Baca Juga :  Sikap Lepas Tangan Panitia Karnaval Argotirto Disorot Usai Sound Horeg Putuskan Kabel Listrik Warga

Selain infrastruktur teknologi, pertemuan ini juga menyoroti program unggulan sekolah yang akan memberangkatkan tujuh siswa ke Jepang untuk program magang kerja—sebuah bukti daya saing global lulusan SMK Mutu Pemalang.

Guna mengatasi kendala biaya awal keberangkatan bagi orang tua siswa dari kalangan menengah ke bawah, Rizal memberikan solusi konkret berupa fasilitasi surat rekomendasi dan dukungan resmi kepada bank-bank Himbara (BSI, Mandiri, BNI, BRI, dan BTN) melalui skema dana talangan yang dicicil mandiri oleh siswa dari penghasilan bekerja di Jepang.

Kunjungan kerja ini diharapkan mampu memantapkan sinergi antara legislatif, struktur partai, dan lembaga pendidikan di Kabupaten Pemalang guna mencetak generasi muda yang kompeten, mandiri, dan berdaya saing internasional.

IMG-20260904-WA0396