Presiden Prabowo Titipkan 6 Amanat Penting pada HUT ke-80 Bhayangkara

Berry Pratama
3 min
IMG 20260701 215048
A-AA+A++

CIKEAS, NUSANTARATODAY.ID — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan penekanan luar biasa pada momentum Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Satuan Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).

Bertindak langsung sebagai inspektur upacara, Kepala Negara menitipkan enam pesan krusial yang wajib didekap erat oleh seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Inti dari arahan tersebut adalah komitmen mutlak untuk menjaga kepercayaan publik, mengasah profesionalisme, dan memastikan kehadiran polisi sebagai pelindung bukan beban bagi masyarakat.

​Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menempatkan kepercayaan rakyat sebagai fondasi tertinggi institusi Korps Bhayangkara. Menurutnya, legitimasi moral dan kekuatan utama Polri dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat hanya lahir dari rahim kepercayaan publik yang dirawat dengan baik.

​Menyambung hal itu, pada poin kedua dan ketiga, mantan Menteri Pertahanan ini menginstruksikan agar Polri mengedepankan pendekatan pelayanan yang humanis dan responsif. Polisi dituntut hadir tepat waktu saat jeritan masyarakat membutuhkan pertolongan, sekaligus berani menegakkan hukum secara adil dan berintegritas.

Baca Juga :  Kuntadi Resmi Jabat Jampidsus, Jaksa Agung Lantik Lima Pejabat Tinggi Kejagung

“Jangan melakukan tindakan yang menyusahkan rakyat. Personel Polri harus berani membela kebenaran, melindungi yang lemah, dan tegak lurus pada tugas tanpa rasa takut kepada siapa pun, kecuali Tuhan Yang Maha Esa,” tegasnya.

​Memasuki poin keempat dan kelima, Presiden menyoroti tantangan zaman yang kian kompleks. Ia mendorong Polri untuk melakukan lompatan kompetensi dengan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi modern, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence). Menghadapi lanskap kejahatan masa depan yang kian canggih, Polri dinilai tidak bisa lagi bekerja secara terisolasi. Oleh karena itu, penguatan sinergi lintas sektor mulai dari TNI, pemerintah, ulama, akademisi, media, hingga pelaku usaha menjadi harga mati yang harus diwujudkan.

​Sebagai pesan penutup dalam enam arahannya, Prabowo mengajak Korps Baju Cokelat untuk terus berbenah diri dengan sikap rendah hati dan membuka kuping lebar-lebar terhadap kritik masyarakat. Sikap adaptif dan keberanian melakukan reformasi internal dipandang sebagai kunci utama kemajuan institusi.

Baca Juga :  Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Siaga, Kapal Dilarang Mendekat Dalam Radius 5 Kilometer

​Di sela-sela pidatonya, Presiden juga melayangkan apresiasi tinggi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas langkah-langkah progresif dalam membenahi internal kepolisian.

​”Saya menyampaikan terima kasih kepada Kapolri beserta seluruh jajarannya yang terus melakukan pembenahan organisasi, meningkatkan profesionalisme, disiplin, memperkuat pelayanan publik, dan membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa. Jagalah kehormatan Kepolisian Republik Indonesia. Dan yang paling penting, jagalah bangsa dan rakyat Indonesia.” Pungkasnya.

​Perayaan HUT ke-80 Bhayangkara tahun ini mengusung tema Polri Presisi Menuju Indonesia Maju. Kemeriahan di Cikeas menjadi puncak dari rangkaian kegiatan sosial dan budaya yang sejatinya telah bergulir sejak Mei lalu mulai dari bakti kesehatan, anjangsana, doa lintas agama, hingga pagelaran wayang kulit.

Pada puncak acara hari ini, masyarakat disuguhi berbagai atraksi memukau, defile pasukan, parade, hingga Expo Alat Utama dan Alat Khusus (Alut/Alsus) produksi dalam negeri yang memamerkan kemandirian teknologi pertahanan dan keamanan nasional.