Polsek Gido Berhasil Amankan Terduga Pelaku Penikaman

Berry Pratama
2 min
IMG 20260527 165444
A-AA+A++

NIAS, NUSANTARATODAY.ID – Gerak cepat dan penyelidikan mendalam yang dilakukan jajaran Polsek Gido membuahkan hasil. Kurang dari 1 x 24 jam setelah kejadian, petugas berhasil mengamankan seorang terduga pelaku beserta barang bukti dalam kasus dugaan tindak pidana penghilangan nyawa orang lain yang terjadi di Dusun II, Tulumbaho, Sogae’adu, Nias.

​Peristiwa bermula pada Senin (25/05/2026) sekira pukul 17.00 WIB. Pihak kepolisian menerima informasi terkait adanya aksi kekerasan di sebuah warung milik warga yang menewaskan korban berinisial JPB (18), warga Desa Tulumbaho, Sogae’adu, Nias.

​Berdasarkan laporan masyarakat tersebut, personel Polsek Gido yang dipimpin langsung oleh Ps. Kapolsek Gido, IPDA Gunawan Z. Lase, S.H., segera turun ke lokasi kejadian.

Baca Juga :  Langkah Taktis Satreskrim Polrestabes Palembang, Pencuri Motor di Ilir Barat II Berhasil Diringkus

Hasil penyelidikan dan pengejaran intensif ke lokasi persembunyian akhirnya membuahkan hasil, petugas berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial FANTA (15). Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa satu bilah pisau.

​Menurut keterangan terduga pelaku, aksi tersebut dipicu oleh rasa dendam. Abang kandung pelaku diduga pernah dikeroyok oleh kelompok pihak korban sehari sebelum kejadian penikaman.

Karena hal itu, pelaku sengaja membawa sebilah pisau dari rumah yang disimpan di dalam tas ransel, lalu menusukkannya sebanyak satu kali ke bagian rusuk kanan korban hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Baca Juga :  Bongkar Rekayasa Amuk Massa, Polda Sumsel Ungkap Pembunuhan Berencana di OKU Selatan

​Kapolres Nias, AKBP Agung S.D.C., S.Psi., M.Psi., Psi., M.K.P., melalui Plt. Kasi Humas Polres Nias, Aipda Aris, mengapresiasi kinerja personel yang bekerja cepat dan tuntas.

​”Kami pastikan setiap tindak kejahatan akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu, demi menjaga rasa aman dan keadilan di masyarakat. Untuk kasus ini, telah dibentuk tim khusus penanganannya,” tegas Aipda Aris