Pionir di Indonesia, Polda Sumsel Resmikan Kafe Buruh Presisi Wadah Dialog Humanis Pekerja

Berry Pratama
2 min
IMG 20260711 171630
A-AA+A++

PALEMBANG, NUSANTARATODAY.ID — Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan mengukir sejarah baru dalam pelayanan publik dengan meresmikan Kafe Buruh Presisi, sebuah ruang dialog ketenagakerjaan terintegrasi pertama di Indonesia untuk tingkat Kepolisian Daerah.

​Fasilitas inovatif yang berlokasi di Jalan Jenderal A. Yani, Kelurahan 9/10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang ini menggabungkan konsep tempat diskusi informal yang nyaman dengan fungsi krusial Posko Industrial Ketenagakerjaan.

​Peresmian ini dilaksanakan menjelang kunjungan kerja Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo ke Bumi Sriwijaya. Menandai babak baru sinergi tersebut, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol.

Rony Samtana memimpin langsung dialog terbuka bersama 50 perwakilan dari 10 organisasi serikat pekerja dan serikat buruh se-Sumatera Selatan. Sabtu (11/7/2026).

​Jika selama ini urusan ketenagakerjaan identik dengan ketegangan di ruang sidang atau aksi demonstrasi di jalanan, Kafe Buruh Presisi hadir menawarkan pendekatan yang 180 derajat berbeda.

Baca Juga :  Asa Baru 5.176 Warga Dimulai: TNI-Rakyat Bersinergi Bangun Jembatan Perintis Garuda Way Sesah

​”Kafe Buruh Presisi kami hadirkan sebagai rumah bersama. Ini tempat silaturahmi, ruang dialog, sekaligus wadah mencari solusi konkret atas berbagai persoalan ketenagakerjaan sebelum mencuat menjadi konflik,” ujar Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana, menyampaikan pesan Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho.

​Di balik suasananya yang santai, kafe ini diperkuat oleh personel gabungan dari fungsi Intelkam, Ditreskrimsus, serta Desk Ketenagakerjaan Polda Sumsel. Mereka bertugas memberikan pendampingan hukum, menerima informasi, hingga memfasilitasi penyelesaian konflik industrial secara dini.

Tak hanya itu, area kafe juga menyediakan ruang khusus bagi pelaku UMKM demi mendongkrak ekonomi keluarga pekerja.

​Langkah progresif Polda Sumsel ini merupakan pengejawantahan dari Program Presisi Polri serta komitmen mendukung agenda pemerintah. Tujuannya jelas menciptakan iklim investasi yang sehat, menjamin perlindungan buruh, dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

​Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa fasilitas ini adalah simbol nyata bahwa negara hadir dan mendengarkan.

Baca Juga :  Rayakan Idul Adha 1447 H, Polres Nias Tebar Kebaikan Melalui Ibadah Qurban

​”Ini bukan sekadar tempat berkumpul. Kami ingin menciptakan hubungan industrial yang sehat dan produktif. Jika komunikasi antara pekerja, pengusaha, pemerintah, dan kepolisian berjalan baik, maka stabilitas keamanan dan pertumbuhan ekonomi di Sumsel akan terjaga,” papar Nandang.

​Inisiatif ini disambut hangat oleh elemen buruh yang hadir. Perwakilan serikat pekerja mengapresiasi paradigma baru yang diusung Polda Sumsel. Menurut mereka, ruang komunikasi yang setara dan informal seperti ini membuat buruh merasa lebih dihargai dan didengar. Mereka bahkan berharap konsep “kafe presisi” ini dapat direplikasi oleh seluruh Polres jajaran di wilayah Sumatera Selatan.

​Melalui komitmen berkelanjutan ini, Polda Sumsel tidak hanya bertindak sebagai penegak hukum, tetapi menempatkan diri sebagai fasilitator ulung yang adaptif demi mewujudkan hubungan industrial yang harmonis dan kondusif.