Merajut Harapan WBP Perempuan Rutan Pemalang Ubah Benang Jadi Karya Warna Warni

Ragil
2 min
IMG 20260724 WA0080
A-AA+A++

Tembok penjara bukan akhir dari pada sebuah harapan, WBP Perempuan Rutan Pemalang ikuti Kursus pembuatan tas rajut, sebagai bekel saat mereka selesai menjalani masa hukumannya.

PEMALANG, NUSANTARATODAY.ID Ruang bimbingan kerja Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pemalang mendadak terasa berbeda. Di antara dinding tebal dan deretan jeruji besi, tidak ada lagi suasana muram yang terlihat, Alunan suara gelak tawa pelan dan jemari lentik yang bergerak lincah menari di atas gulungan benang polychor.

Beberapa Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) perempuan tampak duduk melingkar dengan penuh konsentrasi. Di tangan mereka, sebatang hakpen (jarum rajut) berpadu dengan benang warna-warni, perlahan membentuk pola rajutan yang rapi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian secara berkelanjutan, diberikan kepada warga binaan perempuan guna meningkatkan keterampilan, kreativitas, serta produktivitas selama menjalani masa pembinaan.

Baca Juga :  Cek Daftarnya! Kejari Lampung Utara Lelang iPhone, Honda Sonic, Vario hingga Mitsubishi T120

Para peserta kursus ,melanjutkan proses pembelajaran merajut dengan fokus pada pembuatan tas rajut. Setelah sebelumnya berhasil menyelesaikan produk dompet rajut, mereka kini mulai mempelajari teknik yang lebih kompleks, mulai dari pembuatan pola dasar, penyusunan bentuk tas, hingga teknik penyambungan dan perapian hasil rajutan.

Pelatihan tersebut didampingi oleh petugas Rutan Kelas IIB Pemalang bersama instruktur dari Bantarbolang Malahah, memberikan bimbingan secara langsung kepada seluruh peserta.

Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Pemalang, Akbar Priambodo, menyampaikan bahwa pelatihan keterampilan yang dilakukan secara bertahap ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan warga binaan dalam menghasilkan produk kerajinan yang bernilai guna dan bernilai ekonomi.

Baca Juga :  Manfaatkan Relasi Kuasa, Oknum Guru di Namlea Ilath Diduga Tega Cabuli Siswinya

“Pelatihan merajut ini kami laksanakan secara berkelanjutan agar warga binaan dapat terus mengembangkan keterampilannya. Melalui pembuatan tas rajut, mereka belajar ketelitian, kesabaran, dan kreativitas yang diharapkan dapat menjadi bekal berharga saat kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya,pada Jum’at ( 24/7 ).

Melalui program pembinaan kemandirian yang konsisten dan berkesinambungan, Rutan Kelas IIB Pemalang terus berkomitmen memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi diri secara positif.

Kegiatan ini bukan sekadar cara membunuh waktu di masa tahanan. Pelatihan merajut ini adalah media terapi ketenangan jiwa sekaligus jembatan masa depan. Setiap tusukan benang merajut sebuah kesabaran, melatih fokus, dan yang paling penting, menumbuhkan kembali rasa percaya diri yang sempat pudar (Ragil)