Palembang, Nusantaratoday.id — Polda Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menegaskan komitmennya dalam menempa karakter generasi muda sekaligus merawat warisan budaya bangsa. Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Kejuaraan Pencak Silat Kapolda Cup II Tahun 2026 resmi ditabuh. Ajang bergengsi ini dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., di GOR Dempo Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Kamis (9/7/2026).
Mengusung tema “Polri untuk Masyarakat, Membantu Pengembangan Olahraga Pencak Silat”, turnamen raksasa ini berlangsung selama empat hari (9–12 Juli 2026). Diikuti oleh 1.107 pesilat dari berbagai kabupaten dan kota di Bumi Sriwijaya, ajang ini resmi tercatat sebagai salah satu kejuaraan pencak silat terbesar yang pernah diselenggarakan di Sumatera Selatan.
Prosesi pembukaan dihadiri langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., perwakilan Pangdam II/Sriwijaya, serta jajaran unsur Forkopimda Provinsi Sumsel. Turut hadir Irwasda, Pejabat Utama Polda Sumsel, Ketua Umum beserta Pengurus IPSI Sumsel, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Pendidikan, para Ketua Pengcab IPSI se-Sumsel, tim wasit-juri, serta ribuan atlet dan masyarakat pencinta olahraga bela diri.
Kompetisi ini membentang luas dari kategori Pra-Usia Dini, Usia Dini, Pra-Remaja, Remaja, hingga Dewasa. Menariknya, peta kekuatan kali ini diwarnai oleh dominasi pesilat putri sebanyak 558 atlet, berbanding 549 atlet putra sebuah potret nyata bahwa olahraga prestasi di Sumsel tumbuh secara inklusif. Tak hanya dari perguruan silat umum, ketangguhan fisik dan teknik juga diuji lewat keikutsertaan para personel TNI dan Polri yang membaur dalam sportivitas arena.
Lebih dari sekadar berburu medali, Kapolda Cup II lahir dari visi mendalam Kapolda Sumsel untuk membangkitkan kembali “Kuntau” sebutan lokal untuk seni silat tradisional khas Sumatera Selatan. Ajang ini diproyeksikan menjadi episentrum pembinaan usia dini, benteng pelestarian budaya asli nusantara, sekaligus kawah candradimuka bagi pembentukan karakter generasi muda yang disiplin, tangguh, dan berjiwa kesatria.
Dalam sambutannya, Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., melayangkan apresiasi tinggi atas langkah strategis Polda Sumsel yang menonjolkan olahraga sebagai instrumen pembangunan sumber daya manusia (SDM).
”Pencak silat bukan sekadar seni bela diri fisik, melainkan sebuah falsafah hidup yang membentuk karakter, kedisiplinan, dan keberanian generasi muda. Saya mengapresiasi tinggi Kapolda Sumsel beserta seluruh jajaran yang telah menginisiasi kejuaraan masif ini. Ini adalah wadah konkret pembinaan prestasi sekaligus tameng pelestarian budaya asli Indonesia,” tegas Herman Deru.
Dukungan nyata Polda Sumsel terhadap regenerasi atlet tidak setengah-setengah. Selain memperebutkan medali, piagam, trofi juara umum, dan uang pembinaan, panitia juga menyiapkan stimulus khusus berupa 50 lembar matras pertandingan yang akan dihadiahkan kepada perguruan peraih Juara Umum. Langkah ini menjadi bukti bahwa Polda Sumsel fokus membangun ekosistem olahraga jangka panjang yang mandiri dan berkelanjutan, bukan sekadar menyelenggarakan kompetisi seremonial.
Agenda besar ini pun selaras dengan Program Presisi yang diinisiasi oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., guna mendukung agenda pembangunan nasional dalam mencetak generasi muda yang sehat, berprestasi, dan berkarakter menuju Indonesia Emas.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa keringat yang menetes di matras Jakabaring adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Sumatera Selatan.
”Lewat Kapolda Cup II ini, kami ingin membangun karakter generasi muda yang disiplin, tangguh, berintegritas, serta mencintai budaya bangsa. Pencak silat adalah identitas kita. Dari arena ini, kami optimis akan lahir pendekar-pendekar tangguh yang siap mengharumkan nama Sumatera Selatan dan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Kapolda Sumsel dengan optimis.
Senada dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa kehadiran institusi Polri kini semakin melekat dengan denyut nadi dan ruang positif masyarakat.
”Kejuaraan ini adalah wujud nyata bahwa Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Kami berharap Kapolda Cup menjadi ruang pembinaan atlet muda, memperkuat persaudaraan antarperguruan, sekaligus melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang membanggakan Indonesia,” pungkas Kombes Pol Nandang.
Ke depan, Polda Sumatera Selatan memastikan sinergi bersama Pemerintah Daerah, IPSI, dan seluruh elemen masyarakat ini akan terus bergulir secara konsisten. Kapolda Cup diplot menjadi agenda rutin tahunan demi melahirkan para juara, mempererat persatuan, serta menjaga marwah budaya bangsa sebagai bakti nyata Polri untuk negeri.





