Kepala SMPN Satu Atap Pabuaran: Pencegahan Bullying Harus Dimulai dari Lingkungan Keluarga

Setiawan
2 min
1791462497390
A-AA+A++

Pemalang , Nusantaratoday.id — Keprihatinan mendalam atas maraknya tragedi perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan mendorong Kepala SMP Negeri Pabuaran Satu Atap, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Budiman, untuk mengambil langkah nyata.

Ia secara aktif mengkampanyekan pencegahan perundungan guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Sebagai seorang pimpinan institusi pendidikan yang dikenal dekat dengan para siswa dan tenaga pendidik, Budiman tidak hanya mengandalkan imbauan verbal. Ia memiliki kompetensi resmi di bidang tersebut setelah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Pencegahan Perundungan di Satuan Pendidikan (Program Roots) bagi Fasilitator Guru Jenjang SMP, SMA, dan SMK yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada Juli 2023 lalu.

Baca Juga :  47 Bakal Calon Kepala Desa Ramaikan Pilkades Serentak 2026 di Kecamatan Pemalang

Dalam pandangannya, pencegahan perundungan harus dimulai dari akar rumput, yakni lingkungan keluarga melalui pola asuh yang tepat. Menurutnya, keluarga merupakan pilar utama yang sangat membantu dalam membentengi anak dari perilaku menyimpang tersebut.

“Dalam dunia pendidikan, tiga pilar harus saling bersinergi secara solid, yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat. Jadi, penanganan ini tidak boleh hanya bertumpu pada pihak sekolah saja,” ujar Budiman kepada tim Aliansi Wartawan Pantura Bersatu Kamis (8/10).

Ia menekankan perlunya kolaborasi yang erat antara pihak sekolah, orang tua siswa, dan komite sekolah.

Baca Juga :  AHM Resmi Luncurkan New Honda Vario Evo 160, Tampil Lebih Sporti dan Aerodinamis

Lebih lanjut, Budiman menjelaskan bahwa efektivitas pencegahan perundungan di sekolah dapat ditingkatkan melalui pembentukan agen perubahan dari unsur siswa itu sendiri.

“Sekolah akan jauh lebih efektif apabila ada agen perubahan yang bertindak sebagai tutor teman sebaya dalam mengkampanyekan anti-bullying. Nantinya, cara kerja agen perubahan ini menggunakan sistem jejaring dengan rekan sebaya lintas kelas,” pungkasnya.

Melalui langkah strategis ini, Budiman berharap SMP Negeri Pabuaran Satu Atap dapat menjadi pelopor terciptanya lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan, sekaligus menginspirasi satuan pendidikan lain di Kabupaten Pemalang untuk bersama-sama memerangi perundungan.

IMG-20260904-WA0396