IMG-20261021-WA0526(1)

Kecewa Penanganan Karhutla, BEM Nusantara Sumsel Layangkan Mosi Tidak Percaya dan Segel Kantor Gubernur

Berry Pratama
3 min
IMG 20261021 213900
A-AA+A++

PALEMBANG, NUSANTARATODAY.ID — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Nusantara Sumatera Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Selatan. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas lambannya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta buruknya dampak kabut asap yang kian membahayakan kesehatan masyarakat. Rabu (21/10/26).

​Ketua BEM Nusantara Sumsel, Ilham, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan puncak akumulasi kekecewaan masyarakat yang telah berbulan-bulan menghirup udara tercemar kabut asap. Pihaknya menuntut transparansi pengelolaan dana bantuan pemerintah pusat sebesar Rp100 miliar, sekaligus mendesak penindakan tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara ilegal.

​”Hari ini adalah bentuk akumulasi empat bulan kita menghirup asap. Bantuan dari pusat sebesar Rp100 miliar seharusnya dipergunakan sebaik mungkin, tetapi muncul pernyataan anggaran tersebut tidak bisa digunakan. Karena itu, hari ini kita menuntut transparansi. Selain itu, beberapa perusahaan sudah teridentifikasi membakar hutan secara ilegal, jadi harus ada tindakan tegas,” tegas Ilham.

​Kekecewaan massa semakin memuncak saat mengetahui Gubernur Sumatera Selatan tidak berada di tempat untuk menemui dan berdialog secara langsung dengan demonstran. Mahasiswa menilai ketidakhadiran kepala daerah mencerminkan minimnya komitmen dalam mengatasi persoalan krusial yang tengah dihadapi warga.

Baca Juga :  PT. Praba Mas Hill Tegaskan Komitmen Perbaikan Jalan Kalipancur

​”Oleh karena itu, kami dari Aliansi BEM Nusantara Provinsi Sumatera Selatan melayangkan mosi tidak percaya terhadap Gubernur Sumatera Selatan. Hari ini kami menyatakan Kantor Gubernur Sumatera Selatan disegel oleh rakyat!”, seru Ilham melalui pengeras suara.

​Aksi yang dikawal ketat oleh aparat kepolisian tersebut ditutup dengan orasi bergantian dari para presiden mahasiswa antarkampus. Mahasiswa mengancam akan bertahan dan mengerahkan massa yang lebih besar hingga mendapatkan jawaban konkret serta komitmen nyata dari Pemprov Sumsel terkait penanganan karhutla.

​Menanggapi tuntutan massa aksi, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., menegaskan bahwa pemerintah provinsi bersama seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) terus bekerja keras dan bergerak cepat melakukan penanganan karhutla di lapangan.

​”Pemprov Sumsel bersama Satgas Karhutla dan seluruh pihak terkait terus bekerja keras bahu-membahu mempercepat penanganan karhutla di lapangan agar dampaknya tidak semakin meluas dan mengganggu aktivitas warga,” ujar Edward saat memberikan keterangan.

Baca Juga :  Hamartoni Buka TMMD Ke-129, Genjot Pembangunan Jalan dan Rumah Layak Huni

​Edward menjelaskan, strategi pemadaman dilakukan secara terpadu melalui jalur darat maupun udara. Setiap titik api yang terdeteksi oleh satelit langsung direspons cepat oleh tim darat melalui mekanisme ground check. Apabila titik lokasi berada di medan yang sulit dijangkau, pemadaman langsung difokuskan menggunakan helikopter water bombing. Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) berupa penyemaian garam juga terus dioptimalkan setiap kali potensi awan hujan terdeteksi.

​Ia menambahkan bahwa Gubernur telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk memperkuat koordinasi dengan kementerian terkait dan memastikan penanganan tidak boleh mengendur. Menurutnya, serangkaian upaya intensif tersebut mulai menunjukkan hasil positif dengan menurunnya ketebalan kabut asap di sejumlah wilayah.

​Terkait aksi yang digelar oleh para mahasiswa, Sekda Sumsel menyatakan bahwa pemerintah provinsi menyambut terbuka dan mengapresiasi setiap aspirasi yang disampaikan.

​”Penyampaian aspirasi oleh mahasiswa maupun masyarakat merupakan hal yang bijak dan dilindungi oleh undang-undang. Kami sangat menghargai masukan tersebut selama disampaikan secara kondusif, tertib, dan berorientasi pada penyelesaian masalah bersama,” pungkasnya

IMG-20260904-WA0396