Detik-Detik KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Madura, Nakhoda Sempat Hilang Kontak

Berry Pratama
2 min
IMG 20260803 015648
A-AA+A++

Sumenep, Nusantaratoday.id – Tragedi mencekam menimpa Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya–Makassar. Kapal tersebut dilaporkan terbakar hebat di Perairan Sumenep, Jawa Timur, pada Minggu (2/8/2026).

​Suasana penuh kepanikan terekam jelas dalam sejumlah unggahan yang viral di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Threads @acholatif, yang memperlihatkan para penumpang telah mengenakan jaket pelampung oranye sambil berkumpul di area aman, sementara kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dari bagian lain kapal.

​“Ya Allah, semoga teman-teman yang ada di kapal Mutiara Sentosa 2 selamat. Insiden kapal terbakar, Minggu, 2 Agustus 2026,” tulis akun tersebut dalam keterangan videonya.

​Peristiwa dramatis ini mulai terkuak setelah pihak pengelola, PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), kehilangan kontak dengan nakhoda dan langsung melapor ke Kantor SAR Surabaya. Laporan resmi dari Syahbandar Tanjung Perak kemudian diterima petugas sekitar pukul 08.24 WIB.

Baca Juga :  Kisruh Penolakan Survey Seismik Menuai Sorotan, Tokoh Pemuda Kangean Angkat Suara

​Berdasarkan data PT ALP, KMP Mutiara Sentosa 2 mengangkut sekitar 180 penumpang dan 40 kru kapal saat berlayar.

​”Pihak perusahaan mendapat informasi awal dari nakhoda bahwa kapal mengalami kebakaran di perairan utara Madura sekitar pukul 06.00–07.00 WIB. Namun setelah memberikan info tersebut, nakhoda tak lagi dapat dihubungi,” terang Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, dalam keterangan resminya.

​Nanang mengungkapkan bahwa kobaran api dengan cepat menjalar hingga membakar hampir seluruh badan kapal. Konfirmasi senada juga dilaporkan oleh Kapal Meratus Project 3 yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian pada pukul 09.45 WIB.

Baca Juga :  Suara Gemuruh Tengah Malam di Lorong Family, Belasan Unit Damkar Dikerahkan

Seluruh penumpang terdesak berkumpul di area anjungan dan haluan kapal untuk memindahkan diri dari jangkauan kobaran api. Upaya pertolongan sempat terhambat karena Kapal Meratus Project 3 tidak dapat mendekat secara langsung akibat mengangkut muatan berbahaya yang mudah terbakar.

Meski demikian, proses evakuasi akhirnya berhasil dilakukan dengan mengarahkan Tugboat (TB) Hasnur 26 ke lokasi kejadian.

​Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih fokus melakukan operasi penyelamatan. Belum ada pernyataan resmi terkait penyebab pasti kebakaran maupun jumlah korban dalam insiden ini.