Pemalang, Nusantaratoday.id — Dukungan nyata dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang sekaligus Ketua MPC Pemuda Pancasila, Aris Ismail, kepada atlet muda Imam Ibnu Sholeh kini berbuah prestasi membanggakan. Atlet lari sprint junior asal Desa Pasir, Kecamatan Bodeh, itu berhasil meraih juara pertama nomor 80 meter dalam kejuaraan nasional Ortuseight Sprint Project di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Imam yang saat ini duduk di kelas VIII SMP Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan mencatatkan waktu 9,99 detik. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa talenta muda dari Kabupaten Pemalang mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.
Namun, perjalanan Imam menuju dunia olahraga prestasi tidak lepas dari tantangan. Dua tahun lalu, setelah lulus SD dan dinyatakan lolos seleksi SKO Ragunan, keberangkatannya ke Jakarta sempat terkendala persoalan fasilitas serta minimnya respons yang dirasakan keluarga dari dinas terkait.
Situasi tersebut kemudian mendapat perhatian Aris Ismail. Ia bergerak secara pribadi dan berkolaborasi dengan rekan-rekan Fraksi Golkar untuk membantu memfasilitasi kebutuhan keberangkatan Imam ke Jakarta, termasuk memberikan dana pendampingan.
“Saat itu kami merasa kurang mendapat perhatian dari dinas. Beruntung ada Bapak Aris Ismail yang peduli dan memfasilitasi penuh pemberangkatan anak saya,” ujar Darsono, ayah Imam, saat dihubungi media.
Dua tahun berselang, bantuan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Imam dalam mengembangkan kemampuan atletiknya. Kini, ia berhasil membuktikan diri dengan berdiri di podium tertinggi kejuaraan tingkat nasional.
Atas prestasinya tersebut, Imam menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan dan bimbingan, mulai dari pelatih SKO Ragunan, pelatih atletik Pemalang, hingga guru SDN 01 Pasir.
Imam berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi motivasi untuk terus berlatih dan kembali mengharumkan nama Pemalang di berbagai kejuaraan berikutnya.
Prestasi Imam sekaligus menjadi pengingat bahwa potensi atlet muda daerah membutuhkan perhatian, pembinaan, dan dukungan yang berkelanjutan. Peran Aris Ismail dalam membantu perjalanan Imam menuju SKO Ragunan diharapkan dapat menjadi pemantik bagi berbagai pihak untuk semakin serius memberikan ruang dan fasilitas bagi talenta muda Pemalang agar mampu berkembang hingga ke level nasional maupun internasional. (*)






