PEMALANG , NUSANTARATODAY.COM — Pemerintah Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, mengambil langkah sigap menyikapi isu perundungan yang tengah menjadi sorotan publik hingga tingkat nasional. Di bawah komando Camat Petarukan, Muhibin, A.Md., S.H., pemerintah kecamatan secara resmi meluncurkan gerakan kampanye “Stop Bullying” guna memastikan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak.
Langkah preventif ini mencuat menyusul insiden dugaan perundungan yang menimpa seorang siswa kelas 2 di SDN 01 Kebondalem, Pemalang, yang sempat memicu keprihatinan luas dari berbagai kalangan masyarakat.
Peristiwa tragis tersebut menjadi alarm serius bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperketat pengawasan dan membangun budaya empati sejak dini.
Melalui rilis resmi Pemerintah Kecamatan Petarukan yang diterbitkan pada Selasa, 7 Oktober 2026, Muhibin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar kejadian serupa tidak terulang kembali di wilayahnya.
“Kami tidak ingin kecolongan untuk kedua kalinya. Perlindungan terhadap anak-anak kita adalah prioritas mutlak yang harus dijaga bersama oleh pihak sekolah, orang tua, dan pemerintah,” ujar Muhibin dalam rilis tersebut.
Kampanye yang digelorakan Pemerintah Kecamatan Petarukan ini mengusung sejumlah poin krusial pencegahan, di antaranya seruan untuk menghentikan tindakan mengejek, mengucilkan, maupun menyakiti sesama rekan sekolah.
Selain itu, gerakan ini juga mengajak para pelajar untuk menjadi agen perubahan yang berani melindungi teman sebaya serta menumbuhkan semangat kebersamaan di lingkungan satuan pendidikan.
Dengan masifnya kampanye ini, Pemerintah Kabupaten Pemalang bersama Pemerintah Kecamatan Petarukan berharap kesadaran kolektif masyarakat dapat meningkat, sehingga tercipta ekosistem sosial dan sekolah yang benar-benar aman, nyaman, serta bebas dari segala bentuk kekerasan verbal maupun fisik.






