Lampung Timur, Nusantaratoday.id – Edi Santoso (26), warga Desa Sragi, Lampung Selatan, yang dilaporkan hilang saat memancing di kawasan eks galian pasir Desa Rejo Mulyo, Pasir Sakti, Lampung Timur, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban ditemukan tim SAR gabungan pada Jumat (25/9) sore setelah pencarian dilakukan sejak Kamis malam.
Edi sebelumnya dilaporkan tidak pulang setelah pergi memancing pada Kamis (24/9). Keluarga yang mencari kemudian menemukan sepeda motor dan peralatan pancing miliknya di sekitar lokasi.
Laporan diteruskan kepada Basarnas Lampung. Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian, namun operasi malam hari dihentikan karena minimnya jarak pandang dan tidak ada saksi yang mengetahui titik pasti korban diduga terjatuh.
Pencarian dilanjutkan Jumat pagi dengan mengerahkan perahu karet dan penyelam. Area sekitar 500 meter persegi disisir berdasarkan perhitungan SAR Map Prediction dan titik yang diduga menjadi lokasi kejadian.
Petunjuk penting muncul sekitar pukul 07.50 WIB. Tim menemukan topi yang diduga milik korban di area penyelaman.
Penyisiran kemudian dipersempit. Tim melakukan penyelaman dengan metode sapuan, sementara permukaan air disisir menggunakan perahu karet yang turut dibantu masyarakat dengan jala.
Setelah dua sorti penyelaman sejak pukul 13.30 WIB, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 15.08 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
Korban ditemukan di koordinat 5°32’58.21″S–105°45’56.80″T, sekitar empat meter dari titik yang diduga menjadi lokasi kejadian.
“Setiap operasi SAR memiliki tantangan dan ketidakpastian. Namun, kami berkomitmen melakukan pencarian secara optimal sampai korban ditemukan,” ujar Dantim Rescuer Basarnas Lampung, Feriansyah.
Menurut Feriansyah, minimnya jarak pandang dan tidak adanya saksi yang mengetahui titik pasti kejadian menjadi tantangan dalam pencarian. Namun, koordinasi seluruh unsur SAR akhirnya membuahkan hasil.
Korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Pasir Sakti. Operasi SAR resmi dihentikan pada pukul 15.15 WIB dan seluruh personel dikembalikan ke satuannya.
Pencarian melibatkan Basarnas Lampung dan Pos SAR Bakauheni, BPBD Lampung Timur, Tagana, Koramil dan Polsek Pasir Sakti, Babinsa, pemerintah kecamatan dan desa, Puskesmas Pasir Sakti, Potensi SAR Al Fatah, keluarga serta masyarakat.






