IMG-20261020-WA0242

Langit Pemalang Dinanti Hujan ,Dari Balik Tembok Rutan WBP dan Petugas Serentak Panjatkan Doa

Kemarau panjang melanda kabupaten Pemalang dan daerah lainnya di Indonesia, guna memohon turunnya hujan kepada Allah SWT, ratusan WBP bersama petugas Rutan Pemalang menggelar shalat istisqa'

Ragil
2 min
IMG 20260918 WA0004
A-AA+A++

PEMALANG,NUSANTARATODAY.ID- Saat hujan menjadi sesuatu yang begitu dinanti di tengah musim kemarau, suara doa menggema dari balik tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pemalang. Puluhan hingga seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bersama petugas menundukkan kepala, memanjatkan doa melalui Shalat Istisqa’, pada Jumat (18/9).

Bukan sekadar ritual keagamaan, Shalat Istisqa’ yang digelar mulai pukul 08.00 WIB di lapangan dalam Rutan Pemalang menjadi momentum bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan dengan membawa keberkahan dan manfaat.

Suasana khidmat menyelimuti lapangan Rutan. WBP dan petugas mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan. Doa, istighfar dan muhasabah menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.

Menariknya dari dalam Rutan pun terpancar pesan kuat, kemarau bukan hanya soal menunggu hujan, tetapi juga momentum untuk berbenah.

Baca Juga :  Aturan Izin Melintas PT PHML Dikeluhkan, Warga Desa Pelawe Pertanyakan Dasar Hukumnya

Shalat Istisqa’ sekaligus menjadi bagian dari pembinaan kepribadian dan keagamaan bagi WBP. Mereka diajak melakukan introspeksi diri, memperbanyak istighfar, meningkatkan kepedulian terhadap sesama serta menjaga lingkungan.
Kegiatan tersebut juga sejalan dengan arahan pelaksanaan Shalat Istisqa’ di satuan kerja Pemasyarakatan di Jawa Tengah.

Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Pemalang, Akbar Priambodo, menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna spiritual yang lebih luas.

“Shalat Istisqa’ ini menjadi ikhtiar bersama untuk memohon hujan sekaligus momentum bagi kita semua untuk bermuhasabah, memperbanyak doa dan istighfar, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan,” ujar Akbar.

Menurutnya, kegiatan keagamaan bersama diharapkan mampu memberikan penguatan spiritual kepada WBP sekaligus menanamkan nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Rutan Pemalang, pembinaan tidak berhenti pada aktivitas sehari-hari di dalam blok hunian. Pembinaan mental dan spiritual juga menjadi bagian penting dalam proses membangun kesadaran diri warga binaan.

Baca Juga :  Hari Lahir Kejaksaan ke-81, Kejari Lampung Utara Tekankan Penegakan Hukum Humanis

Hujan memang belum turun saat ini,namun ikhtiar sudah dilakukan, doa sudah dipanjatkan,
Shalat Istisqa’ tersebut sekaligus menjadi pengingat agar seluruh elemen masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan, menghemat penggunaan air dan menjaga sumber daya alam, khususnya menghadapi kondisi kemarau.

Dari lapangan Rutan Pemalang, sebuah pesan sederhana mengemuka: ketika alam membutuhkan air, manusia juga diajak kembali menundukkan hati, muhasabah dan memperkuat kepedulian. ( Ragil).

IMG-20260904-WA0396