PALEMBANG,NUSANTARATODAY.ID — Komitmen lintas sektoral dalam mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat. Mengingat potensi lonjakan titik panas menjelang puncak Karhutla 2026, Kodim 0418/Palembang bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pemegang izin usaha memantapkan sinergi pencegahan secara terpadu.
Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kehadiran Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0418/Palembang, Letkol Inf Dery Septriandi, S.T., M.M., M.Han., yang mewakili Dandim 0418/Palembang, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Karhutla Tahun 2026 yang digelar secara video conference (Vicon), Senin (7/9/2026).
Berpusat di Aula Yudha Brama Jaya, Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang, rakor ini menyoroti peran vital pemegang Hak Guna Usaha (HGU) dan perizinan berusaha pemanfaatan hutan untuk terlibat aktif dalam deteksi dini serta mitigasi di lapangan.
Dandim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., menegaskan bahwa keterlibatan seluruh pemangku kepentingan adalah kunci utama agar Palembang dan sekitarnya bebas dari bencana asap.
”Sinergi antarlembaga dan pelaku usaha harus makin kokoh, mulai dari langkah pencegahan, kesiapsiagaan personel, hingga kecepatan penanganan jika ditemukan titik api. Harapan kita bersama, tahun ini wilayah kita benar-benar zero Karhutla,” tegas Kolonel Arh Erik Novianto melalui Kasdim Letkol Inf Dery Septriandi usai kegiatan.
Selain jajaran Kodim 0418/Palembang, forum koordinasi ini turut dihadiri oleh Pj Sekda Kota Palembang Drs. Kgs. H. Sulaiman Amin, M.Si., Kasat Samapta AKBP Suhardiman, Pasi Ops Kodim 0418/Palembang Kapten Arm Zainal Arifin, Kasi Jatum Kejari Kota Palembang Imam M., Kabid Rehab Rekon BPBD Romison, serta Sekdin Damkar Kota Palembang Tris.
Melalui konsolidasi ini, seluruh unsur kesatuan sepakat meningkatkan patroli terpadu dan pengawasan ketat, khususnya di kawasan rawan terbakar, guna memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi periode puncak Karhutla.






