Jember, Nusantaratoday.id – Kunjungan kerja Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., ke jajaran Brigif 9/DY Kostrad dan Yonif 509/BY Kostrad tidak hanya menjadi agenda pembinaan satuan. Momen ini juga menjadi sarana untuk menyampaikan pesan penting mengenai jati diri, tanggung jawab, serta masa depan seorang prajurit. Rabu (26/08/26).
Dalam kunjungan tersebut, Panglima Divif 2 Kostrad meninjau berbagai aspek pembinaan satuan, mulai dari kesiapan fasilitas pangkalan, kesejahteraan, hingga kemampuan operasional prajurit. Beliau meresmikan kolam renang Yonif 509/BY Kostrad yang berfungsi sebagai sarana pembinaan fisik anggota sekaligus fasilitas olahraga bagi masyarakat Jember. Panglima juga meninjau ruang makan prajurit untuk memastikan kualitas pelayanan gizi, serta menyaksikan langsung latihan menembak demi menjaga profesionalisme dan kesiapan tempur anggota.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya bangsa, Panglima menyerahkan alat musik angklung kepada anak-anak sekolah. Langkah ini merupakan wujud dukungan TNI agar generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya Nusantara.
Dalam arahannya, Panglima menegaskan bahwa menjadi prajurit TNI bukanlah sekadar mencari pekerjaan, melainkan sebuah kehormatan dan pengabdian tulus kepada bangsa dan negara.
“Seorang prajurit harus menjalani kehidupan militer dengan penuh kesadaran dan ketulusan hati. Jangan pernah menjadikan TNI sebatas tempat bekerja, mengejar gaya hidup, atau memenuhi ambisi pribadi. Prajurit wajib memiliki jiwa pengabdian, disiplin, dan rasa tanggung jawab atas amanah yang diemban,” tegas Panglima.
Beliau menambahkan bahwa berbagai pelanggaran di lingkungan militer umumnya dipicu oleh kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai keprajuritan. Faktor penyebabnya antara lain motivasi awal yang keliru, gaya hidup di luar kemampuan, pengelolaan ekonomi yang buruk, minimnya komunikasi keluarga, hingga sikap tidak profesional dalam bertugas. Setiap pelanggaran tidak hanya berujung pada sanksi disiplin atau pemecatan, tetapi juga menghancurkan masa depan, merusak kepercayaan keluarga, dan menyisakan beban hukum yang panjang.
“Jangan pernah berpikir bahwa pelanggaran hanya berdampak sesaat. Ketika kehormatan seorang prajurit hilang, keluarga ikut menanggung akibatnya. Kepercayaan masyarakat akan luntur dan beban hidup justru semakin berat,” jelas Mayjen TNI Primadi.
Mengakhiri arahannya, Panglima mengimbau seluruh prajurit untuk senantiasa bersyukur atas pangkat maupun jabatan yang diamanahkan, serta mejalankan tugas militer dengan penuh rasa tanggung jawab.
“Laksanakan tugas secara ikhlas dan profesional. Patuhi setiap perintah serta aturan yang berlaku, dan jangan mengukur keberhasilan semata-mata dari materi. Jadikan keluarga sebagai sumber kekuatan dan penyemangat, karena prajurit yang kuat adalah mereka yang mampu menjaga keseimbangan antara tugas, keluarga, dan kehormatan,” pungkasnya.
Melalui agenda kunjungan dan pembinaan ini, seluruh prajurit Brigif 9/DY Kostrad dan Yonif 509/BY Kostrad diharapkan dapat semakin memaknai arti pengabdian, meningkatkan profesionalisme, serta menjadi prajurit yang berintegritas, tangguh, dan dicintai rakyat.






