Polda Sumsel Intensifkan Pengawasan Udara, Pastikan Sumsel Bebas Asap dan Karhutla

Berry Pratama
3 min
IMG 20260619 055628
A-AA+A++

LUBUK LINGGAU, NUSANTARATODAY.ID — Memasuki musim kemarau, Polda Sumatera Selatan bergerak cepat memperketat pengawasan wilayah guna mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Langkah taktis ini diwujudkan melalui patroli udara yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., mewakili Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., pada Kamis (18/6/2026).

​Bertolak usai rangkaian kunjungan kerja di Polres Lubuk Linggau, helikopter patroli menyisir zona-zona dengan tingkat kerawanan Karhutla tinggi. Empat wilayah strategis yang menjadi fokus pemantauan meliputi Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), dan Kabupaten Banyuasin.

​Turut mendampingi Wakapolda dalam pemantauan udara ini antara lain Dirpolairud Polda Sumsel Kombes Pol Heru Agung Nugroho, S.I.K., Kabid Propam Kombes Pol Raden Azis Safiri, S.I.K., CPHR., serta Kabid Humas Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

​Fokus operasi patroli udara ini bukan sekadar pemantauan rutin, melainkan instrumen penting untuk deteksi dini dan validasi lapangan. Melalui kegiatan ini, dapat memetakan kondisi vegetasi di wilayah rawan kebakaran secara real-time sekaligus mengidentifikasi titik panas (hotspot) secara cepat sebelum meluas. Selain itu, operasi ini berfungsi untuk memastikan kesiapan eselon taktis serta sarana dan prasarana di jajaran Polres yang berada di bawahnya.

Baca Juga :  Satresnarkoba Polres Nias Amankan Terduga Pengedar dan Barang Bukti Sabu di Gang Nusantara

​Langkah preventif ini merupakan ejawantah dari Program Presisi Polri sekaligus komitmen nyata dalam menjaga ketahanan lingkungan nasional. Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, intervensi sejak dini terbukti jauh lebih efektif dibanding melakukan pemadaman saat api telah membesar.

​Dampak Karhutla terbukti multi-dimensi. Selain memicu polusi asap yang merusak kesehatan, bencana ini juga melumpuhkan roda ekonomi—mulai dari gangguan transportasi, hambatan investasi, hingga ancaman gagal panen di sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi urat nadi perekonomian Sumatera Selatan.

​Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Rony Samtana, menegaskan bahwa penanggulangan Karhutla memerlukan komitmen kolektif yang berkelanjutan.

​”Patroli udara ini adalah langkah memastikan sistem peringatan dini kita berjalan optimal. Dampak Karhutla tidak berdiri sendiri; ia merusak lingkungan, mengancam kesehatan, dan bisa melumpuhkan ekonomi daerah. Polda Sumsel mengerahkan seluruh daya dan teknologi yang ada untuk memastikan wilayah kita tetap aman dan kondusif,” tegas Brigjen Pol Rony Samtana.

Baca Juga :  Mobil Terbakar di Jantung Kota, Respons Kilat Polres Lampung Utara Jinakkan Kepanikan dan Kemacetan

​Senada dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyebut mitigasi Karhutla sebagai agenda prioritas utama jajaran Polda Sumsel menjelang puncak kemarau.

​”Kami tidak bekerja sendiri. Polda Sumsel terus memperkuat sinergi dengan TNI, Pemda, BPBD, Manggala Agni, sektor swasta, hingga kelompok masyarakat peduli api. Menjaga Sumsel dari karhutla adalah investasi jangka panjang untuk stabilitas kamtibmas dan keberlanjutan pembangunan,” ujar Kombes Pol Nandang.

​Polda Sumatera Selatan dengan tegas mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Hukum akan ditegakkan tanpa pandang bulu bagi pelanggar yang memicu kebakaran.

​Masyarakat yang melihat adanya titik api atau aktivitas pembukaan lahan ilegal diharapkan segera melapor ke polsek atau posko kebencanaan terdekat. Kolaborasi aktif adalah kunci utama mewujudkan Sumatera Selatan yang Zero Asap, sehat, dan produktif.