PALEMBANG, NUSANTARATODAY.ID — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) terus memperkokoh stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui pendekatan humanis-religius. Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., saat menghadiri Manaqib Qubro Ulama dan Santri Thoriqoh di Pondok Pesantren Aulia Cendikia Kampus C, Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang, Selasa malam (16/6/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian krusial dari rangkaian Bulan Bakti Hari Bhayangkara ke-80 ini dihadiri oleh ribuan jemaah. Mulai dari para ulama kharismatik, santri, pengurus Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN), pengurus Nahdlatul Ulama (NU), hingga masyarakat luas yang memadati area pesantren untuk mengikuti zikir, doa bersama, serta tausiyah kebangsaan.
Kehadiran pucuk pimpinan Polda Sumsel ini menjadi bukti nyata implementasi Polri Presisi—menempatkan kolaborasi dan kedekatan dengan tokoh agama sebagai instrumen utama dalam merawat harmoni sosial, mencegah polarisasi, serta memperkuat moderasi beragama di Sumatera Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumsel didampingi oleh sejumlah pejabat utama, di antaranya Karo SDM Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo, S.I.K., M.Si., Dirintelkam Kombes Pol Tony Budhi Susetyo, S.I.K., M.H., dan Dirbinmas Kombes Pol Hari Purnomo, S.I.K., S.H., M.H., M.Han.
Kedatangan rombongan ini disambut hangat oleh Ketua PWNU Sumsel sekaligus Pimpinan Ponpes Aulia Cendekia, K.H. Hendra Zainuddin Al-Qodiri, bersama Rais Syuriyah PWNU Sumsel, Drs. K.H. Syarifuddin Ya’kub, M.H.I.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, menegaskan bahwa Hari Bhayangkara ke-80 bukan sekadar momentum evaluasi penegakan hukum, melainkan refleksi spiritual untuk memperkuat fondasi kebersamaan dengan masyarakat.
”Polri harus selalu hadir di tengah masyarakat. Sinergi dengan ulama, pesantren, dan tokoh agama adalah pilar penting dalam menjaga stabilitas kamtibmas demi mendukung keberhasilan pembangunan nasional. Keamanan yang kokoh hanya bisa terwujud jika masyarakatnya rukun, harmonis, dan saling percaya,” ujar Irjen Pol Sandi Nugroho.
Senada dengan itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa kedekatan dengan komunitas keagamaan merupakan investasi sosial jangka panjang untuk memastikan wilayah Sumsel tetap kondusif.
”Momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini kami jadikan sarana mempererat kolaborasi. Kami ingin memastikan ruang publik di Sumsel aman, damai, dan produktif. Rangkaian Bulan Bakti ini akan terus bergulir melalui aksi sosial, kemanusiaan, dan pelayanan publik yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Kombes Pol Nandang.





