Palembang, Nusantaratoday.id – Komandan Korem 044/Garuda Dempo, Brigjen TNI Khabib Mahfud, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Konstruksi Cetak Sawah Rakyat TA 2026. Pertemuan strategis bersama mitra pelaksana ini digelar di Aula Makorem 044/Gapo, Jl. Jenderal Sudirman Km 4,5, Palembang, Kamis (11/6).
Rakor ini membedah secara mendalam berbagai aspek krusial program Cetak Sawah Rakyat TA 2026, mulai dari cakupan luas lahan, titik lokasi, hingga target waktu pelaksanaan di wilayah kerja Korem 044/Gapo. Forum ini menjadi momentum penting untuk menyinkronkan langkah dan memperkuat komitmen demi memastikan program berjalan presisi sesuai target.
Dalam arahannya, Brigjen TNI Khabib Mahfud menegaskan bahwa sinergi antara Korem dan mitra pelaksana adalah kunci utama. Program ini bukan sekadar mengejar target fisik, melainkan pilar penting dalam menyokong ketahanan pangan nasional serta mendongkrak produktivitas pertanian daerah.
“Pengawasan yang ketat adalah garansi kualitas. Kita harus memastikan setiap tahapan berjalan efektif, tepat sasaran, dan patuh pada spesifikasi teknis. Tanpa pengawasan maksimal, program ini berisiko meleset dari target dan standar kualitas yang diharapkan,” tegas Danrem.
Lebih lanjut, Danrem menekankan bahwa pengawasan ketat wajib menyentuh seluruh fase konstruksi mulai dari persiapan, land clearing, land levelling, pekerjaan tanah, pengolahan lahan, hingga akuntabilitas pelaporan. Rangkaian ini penting agar seluruh proses baik fisik maupun non-fisik memenuhi aspek legalitas administrasi dan kontrak kerja.
Sebagai informasi, sebelum Rakor ini digelar, Korem 044/Gapo telah sukses menyelenggarakan Workshop Pelaksanaan Cetak Sawah TA 2026 pada 8–10 Juni 2026 di Hotel Santika Radial, Palembang. Workshop tersebut berfungsi sebagai wadah pembekalan untuk menyamakan persepsi para pelaksana di lapangan.
Melalui integrasi workshop dan rakor ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan memiliki frekuensi dan pemahaman yang sama terkait mekanisme kerja dan tanggung jawabnya. Dengan demikian, program Cetak Sawah Rakyat TA 2026 dapat terealisasi secara optimal, transparan, dan akuntabel.





