Buka Pelatihan Satkamling 2026, Kapolda Sumsel Tegaskan Sinergi Gotong Royong dan Teknologi Modern

Berry Pratama
3 min
IMG 20260610 115958
A-AA+A++

PALEMBANG, NUSANTARATODAY.ID — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) resmi menggelar Pelatihan Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) Tahun 2026 di Mapolda Sumsel, Rabu (10/6/2026).

Dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara nilai luhur gotong royong dan pemanfaatan teknologi mutakhir demi mewujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif.

​Pelatihan dibuka secara simbolis melalui pemukulan kentongan oleh Kapolda Sumsel, didampingi oleh Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas), Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sumsel, serta para narasumber. Penggunaan kentongan ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol pelestarian alat komunikasi tradisional yang merekatkan warga sekaligus lambang kewaspadaan lingkungan yang membumi.

​Mengusung tema Revitalisasi Satkamling sebagai Garda Terdepan Deteksi Dini dan Respons Cepat Kamtibmas Berbasis Teknologi dan Partisipasi Masyarakat, agenda ini disambut dengan antusiasme tinggi.

Dari total 4.247 anggota Satkamling di wilayah hukum Polda Sumsel, sebanyak 1.700 peserta mengikuti pelatihan secara hibrida 100 perwakilan hadir secara langsung (luring), sementara 1.600 lainnya bergabung secara daring (virtual) dari jajaran Polres se-Sumsel.

Baca Juga :  Kasdim 0418/Palembang Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pentingnya Persatuan Bangsa

​Dalam arahannya, Kapolda menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh anggota Satkamling yang telah menjadi ujung tombak pelayanan dan deteksi dini di akar rumput. Ia menegaskan bahwa situasi kondusif di Bumi Sriwijaya saat ini merupakan buah dari kerja keras kolektif yang berjenjang.

​”Keamanan bukan monopoli Polri. Keamanan adalah milik dan hak kita bersama. Jika kondisi tidak aman, roda kehidupan masyarakat mulai dari ibadah, bekerja, hingga belajar pasti akan lumpuh,” tegas Kapolda Sumsel.

IMG 20260610 115837

​Secara khusus, Kapolda menyoroti filosofi di balik rompi Satkamling yang bertuliskan “Nyago Bumi Sriwijaya Aman dan Baik” dengan logo angka 24/7. Angka tersebut melambangkan komitmen tanpa jeda untuk menjaga warga selama 24 jam penuh dalam seminggu.

​Menghadapi tantangan era digital, Irjen Pol Sandi Nugroho mendorong optimalisasi infrastruktur modern, seperti pemanfaatan layanan bebas pulsa Call Center 110 yang cepat tanggap serta integrasi kamera CCTV lingkungan. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat bantu, sementara ruh dari keamanan adalah ikatan sosial.

​”Teknologi hadir untuk memudahkan, tetapi gotong royong, silaturahmi, dan kebersamaan adalah fondasi yang tak tergantikan. Tatap muka langsung antar-tetangga memiliki nilai sosial yang tidak akan pernah bisa didelegasikan ke media digital apa pun,” dikatakanya.

Baca Juga :  Matangkan Kesiapan Personel, Polda Sumsel Gelar Latihan Pra Operasi Patuh Musi 2026

​Pelatihan ini tidak hanya mengasah aspek taktis operasional, tetapi juga memperluas cakrawala berpikir peserta melalui pembekalan lintas sektoral. Sejumlah pakar hadir sebagai pemateri, di antaranya, Prof. Rd Muhammad Ikhsan, S.H., M.H. (Ketua Senat Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya), Drs. H. Arinarsa JS (Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumsel) dan Deswan Ahsani, S.STP., M.Si. (Sekretaris Dinas Kominfo Provinsi Sumsel)

​Di akhir arahannya, Kapolda Sumsel menaruh harapan besar agar seluruh materi pelatihan dapat langsung diimplementasikan di lapangan. Satkamling kini dituntut untuk bertransformasi, tidak lagi sekadar menjadi penjaga malam konvensional, melainkan pusat pelayanan awal (first responder) dan kekuatan deteksi dini yang peka terhadap dinamika lingkungan.

​Dengan memegang teguh prinsip kerja tuntas, kerja ikhlas, dan pendekatan yang humanis, cita-cita besar mewujudkan “Bumi Sriwijaya Aman dan Baik” akan terus dirasakan manfaatnya secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat.