Peringati Hari Lahir Pancasila, Kodam II/Sriwijaya Tegaskan Peran Pancasila sebagai Fondasi Perdamaian Dunia

Berry Pratama
2 min
IMG 20260601 105724
A-AA+A++

PALEMBANG, NUSANTARATODAY.ID – Prajurit dan PNS Kodam II/Sriwijaya mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 dengan khidmat di Lapangan Makodam II/Swj, Palembang, Senin (1/6/2024).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kapoksahli Pangdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Junaidi M, S.Sos., M.Si., menyampaikan pesan krusial mengenai posisi Indonesia di tengah dinamika global.

​Dalam amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang dibacakannya, Brigjen TNI Junaidi menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol seremonial, melainkan instrumen nyata dalam menjaga stabilitas bangsa dan dunia.

Baca Juga :  Jelang Operasi Patuh Krakatau 2026, Polda Lampung Matangkan Kesiapan Personel

​Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, upacara tahun ini menyoroti peran ideologi negara sebagai jangkar moral menghadapi disrupsi teknologi dan ketidakpastian geopolitik.

​”Nilai-nilai Pancasila adalah wujud nyata politik luar negeri kita yang bebas aktif. Melalui pengiriman pasukan perdamaian PBB dan diplomasi musyawarah-mufakat, Indonesia membuktikan bahwa Sila Kedua telah menjadi nafas dalam menjaga ketertiban dunia,” tegas Kapoksahli.

​Selain aspek global, amanat tersebut juga menyasar pada penguatan internal bangsa. Kapoksahli mengimbau seluruh elemen, mulai dari pimpinan daerah hingga generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology yang diimplementasikan dalam perilaku sehari-hari, memastikan setiap kebijakan publik berlandaskan asas keadilan sosial, serta bersikap tegas dalam melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme.

Baca Juga :  Akselerasi Operasional Ditpolairud, Kapolda Sumsel Teken Perjanjian Pinjam Pakai Lahan Dengan PT Pertamina

​Upacara diakhiri dengan pekikan semangat “Merdeka” dan “Salam Pancasila”. Momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh insan di lingkungan Kodam II/Sriwijaya bahwa selama darah Indonesia mengalir, Pancasila akan terus hidup sebagai denyut nadi dan pedoman dalam menghadapi tantangan zaman.