NUSANTARATODAY.ID – Keberadaan pengemis di sepanjang jalur Pantura Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, belakangan ini semakin menjadi perhatian masyarakat.
Aktivitas para pengemis dinilai semakin ramai dan berlangsung hampir tanpa mengenal waktu, baik pada siang maupun malam hari.
Para pengemis tersebut kerap terlihat berada di depan swalayan, minimarket, pertokoan, hingga pusat keramaian lainnya di kawasan Pantura Ketapang.
Tidak sedikit dari mereka yang duduk berkelompok di depan tempat usaha sambil menunggu pengunjung maupun pengguna jalan yang melintas untuk meminta uang.
Kondisi tersebut dinilai mulai mengganggu kenyamanan masyarakat dan aktivitas usaha, terutama di area pusat perbelanjaan modern seperti Indomaret, swalayan, serta lokasi perdagangan lainnya yang ramai dikunjungi warga.
Salah satu warga Ketapang, Ahmad Fauzi (41), mengatakan keberadaan pengemis di depan minimarket dan swalayan hampir setiap hari terlihat dengan jumlah yang terus bertambah.
“Kadang mereka duduk bergerombol di depan minimarket atau swalayan. Siang ada, malam pun tetap ada. Bahkan ada yang langsung menghampiri pengunjung yang baru turun dari kendaraan,” ujarnya kepada awak media, Rabu (20/5/2026) malam.
Keluhan serupa juga disampaikan Rahmawati, warga lainnya yang mengaku merasa kurang nyaman saat berbelanja karena sering didatangi pengemis secara langsung.
“Kami tidak masalah membantu orang yang membutuhkan. Tapi kalau jumlahnya banyak dan terus-menerus mendatangi pengunjung, tentu membuat masyarakat kurang nyaman,” katanya.
Menurut informasi yang dihimpun dari warga sekitar, sebagian pengemis diduga berasal dari luar Kabupaten Sampang dan datang secara bergantian ke kawasan Pantura Ketapang karena dinilai ramai aktivitas ekonomi dan perdagangan.
Masyarakat pun meminta Camat Ketapang, Bambang Suharyadi, bersama aparat kepolisian dan Satpol PP untuk segera turun tangan melakukan penertiban serta pendataan terhadap para pengemis yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Selain dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat, keberadaan pengemis di depan pusat perbelanjaan juga dikhawatirkan dapat mengganggu ketertiban umum dan aktivitas usaha di jalur Pantura Ketapang yang dikenal sebagai kawasan padat perdagangan dan transportasi.
Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media terkait maraknya pengemis di kawasan Pantura Ketapang, Camat Ketapang Bambang Suharyadi hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi.
Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat segera mengambil langkah konkret dan solusi sosial yang lebih terarah agar fenomena pengemis di wilayah Pantura Ketapang tidak semakin meluas.





